SAMARINDA –
**Borneonews - Berau**, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengungkapkan rasa bangganya terhadap daya tarik wisata Air Panas Asin Pemapak yang terletak di Desa Biatan Bapinang, Kabupaten Berau. Dalam kunjungannya pada hari Minggu, ia mengapresiasi usaha masyarakat desa setempat dalam mengelola potensi wisata air panas yang terkenal unik dan indah ini. Akmal Malik menyatakan, "Meskipun ukurannya kecil, saya melihat semangat dari masyarakat desa untuk mengelola sumber daya yang relatif langka di Berau, yaitu air panas." Ia menjelaskan bahwa air panas ini dihasilkan dari proses resapan batu karst yang menyerap panas, dan airnya kemudian mengalir menuju kolam air panas di Pemapak. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan potensi wisata tersebut. Masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan daya tarik wisata. "Orang Kalimantan Timur tidak perlu lagi bepergian jauh untuk menikmati pengalaman wisata air panas; cukup datang ke sini saja," tambahnya. Akmal Malik juga menyampaikan harapannya agar Dinas Pariwisata dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan potensi ini. Ia memandang akses menuju lokasi wisata yang berada di Biatan Bapinang, meskipun sedikit jauh dari Berau, cukup memadai. "Dari Tanjung Redeb, perjalanan memakan waktu sekitar dua setengah jam," ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi terhadap sistem pembayaran yang telah diterapkan di lokasi wisata tersebut, yang sudah menggunakan teknologi digital. "Ini adalah langkah yang sangat baik, di mana Bank Kaltimtara turut berperan. Pengunjung dapat membayar tiket menggunakan *QRIS*, dan proses ini sekaligus mengedukasi masyarakat tentang digitalisasi. Ini benar-benar penting," tegasnya. Sekretaris Kampung Biatan Bapinang, Septi Eunike, menjelaskan bahwa keberadaan sumber air panas adalah fenomena alam yang cukup jarang. "Tidak ada gunung berapi di sini, namun terdapat formasi karst yang menghasilkan air panas," katanya. Menurut informasi yang disampaikan oleh Sekretaris, potensi wisata ini telah menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah. Pada hari biasa, rata-rata terdapat 200-300 pengunjung, sementara pada akhir pekan, jumlahnya dapat mencapai 600 orang. Pemerintah Desa Biatan Bapinang juga telah memberikan izin pengelolaan sumber daya ini kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). "Walaupun sudah dibuka sejak tahun 2004, pengelolaan yang lebih serius baru dimulai beberapa tahun terakhir," ungkap Septi. Fasilitas yang ada di kawasan wisata ini cukup lengkap, termasuk kolam rendaman, ruang VIP, serta penyewaan tenda dan ban. "Kami juga menyediakan ruang khusus bagi pengunjung VIP yang menginginkan suasana yang lebih privat," tambahnya. Septi Eunike berharap pemerintah daerah, provinsi, dan pusat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan potensi wisata ini. "Kami ingin mengembangkan pariwisata di kampung kami agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat," pungkasnya. ANTARA