JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Seorang pengamat dalam bidang komunikasi politik, Khafidlul Ulum, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Era Politik (Erapol) Indonesia, menegaskan bahwa Presiden Terpilih Prabowo Subianto perlu menunjukkan konsistensi dalam komitmennya untuk memberantas korupsi. Salah satu langkah awal yang harus diambil adalah dengan tidak memilih menteri yang memiliki latar belakang sebagai mantan koruptor atau yang pernah terlibat dalam kasus korupsi. Khafidlul menyampaikan, "Janji tersebut harus dijadikan bukti nyata oleh Prabowo, dimulai dari proses penyusunan kabinet." Hal ini menunjukkan pentingnya tindakan konkret setelah adanya pernyataan janji sebelumnya. Ia meyakini bahwa Prabowo akan melibatkan semua ketua umum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk merancang struktur kabinet yang ideal. Dalam proses ini, Prabowo diharapkan memilih individu-individu yang tidak hanya memiliki kapabilitas, tetapi juga pengalaman yang memadai di sektor kementerian yang dipimpin. Lebih lanjut, aspek integritas juga harus menjadi kriteria utama dalam pemilihan calon menteri. Khafidlul menegaskan pentingnya integritas serta rekam jejak bersih dari keterlibatan kasus korupsi dalam menentukan siapa saja yang layak menduduki posisi penting tersebut. Ia juga menambahkan bahwa Prabowo memiliki hak untuk menolak nama-nama calon menteri yang diusulkan oleh elite politik jika mereka memiliki catatan negatif terkait korupsi. “Jika ia memilih orang-orang tersebut, masyarakat akan mempertanyakan integritas para pejabat itu. Apabila integritas mereka diragukan, bagaimana mereka dapat menjadi pejabat yang baik dan dapat dipercaya oleh rakyat?” ungkap Khafidlul. Sebagai langkah proaktif, Khafidlul merekomendasikan agar Prabowo membentuk tim khusus yang bertugas untuk melakukan verifikasi dan menyelidiki rekam jejak dari calon-calon menteri yang diajukan oleh partai-partai dalam KIM. “Tim ini akan berfungsi untuk memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap calon menteri yang akan membantu Prabowo dalam menjalankan pemerintahannya,” tambahnya. ANTARA