BORNEONEWS, Muara Teweh - Atlet Barito Utara (Barut), Asari, peraih medali emas terbanyak dalam Porwanas Bandung 2016. Ini sebuah pencapaian prestasi yang bisa dikatakan surprise. Sebab sejak keikutsertaan PWI Kalimantan Tengah dalam Porwanas, inilah prestasi tertinggi yang dicapai pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XII, di Bandung, Jawa Barat, 25-30 Juli 2016.
Sejak keikutsertaan PWI Kalteng dalam Porwanas, inilah prestasi tertinggi yang dicapai. Setelah berada pada posisi lima besar Porwanas 2002, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan 3 medali emas, 1 perunggu. Tiga medali emas dari cabang catur, tenis meja, dan bilyar. Sedangkan satu medali perunggu juga diraih dari olahraga catur.
Namun setelah itu, Porwanas berikutnya di Pekanbaru, Riau 2005, di Samarinda, Kalimantan Timur 2007 dan di Palembang, Sumatera Selatan 2010, Kalteng berada di luar 10 besar. Pada Porwanas di Banjarmasin 2013, Kalteng berada di posisi 9 besar.
Dalam Porwanas di Bandung 2016 kontingen PWI Kalteng meraih 4 medali emas, 4 perak dan 1 perunggu. Olahraga catur yang mempertandingkan 4 kategori, Kalteng meraih tiga medali emas serta 1 perak melalui atletnya Asari (Barito Utara), Zulfitri Zainal (Kapuas), Ruslan Abdul Gani (Kotim) dan Indra S. Ikat (Barito Selatan) didampingi pelatih Zainudin MP dari Barito Utara, Ofisial Zaitul Ikhlas MN dari Kapuas. Pada kategori beregu catur kilat 10 menit Kalteng meraih medali perak dan pada kategori beregu catur cepat 25 menit berhasil meraih medali emas.
Pada kategori perorangan catur kilat 10 menit dan catur cepat 25 menit, Asari menjadi bintangnya dengan meraup 2 medali emas. Dengan demikian, Asari yang juga ikut dalam kategori beregu catur Kalteng total berhasil mempersembahkan 3 medali emas dan 1 perak.
Sejak Porwanas 2002 di Banjarmasin tim catur selalu menyumbangkan medali. Saat itu dari satu kategori perorangan yang dipertandingkan meraih 1 emas dan 1 perunggu. Di Pekanbaru 2005 dari dua kategori yang dipertandingkan Kalteng meraih satu medali emas beregu.
Pada Porwanas di Samarinda 2007 dari tiga kategori yang dipertandingkan Kalteng hanya meraih 1 medali perunggu dan di Palembang 2010 dari satu kategori yang dipertandingkan tim catur Kalteng meraih 1 medali perak. Sedangkan Porwanas 2013 di Banjarmasin dari dua kategori yang dipertandingkan Kalteng meraih 1 medali emas beregu. Namun tradisi meraih medali di Porwanas di catur pertama kali diraih Zulkifli Nasution (Kotim) pada Porwanas di bawah tahun 2000-an dengan meraih medali perunggu.
Porwanas di Bandung 2016 tim catur Kalteng lebih banyak meraih medali karena kategori yang dipertandingkan bertambah memperebutkan 4 emas.
Saat penyerahan medali nama Kalteng membahana memenuhi semua sudut ruangan pertandingan catur di Porwanas di Bandung. Asari dan ketua PWI Kalteng Sutransyah diwawancarai banyak awak media atas keberhasilan tim catur Kalteng meraih 3 medali emas dan 1 perak ini.
Cabang olahraga lain yang mempersembahkan medali bagi kontingen PWI Kalteng yakni tenis lapangan meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Lalu futsal kategori di atas usia 40 tahun meraih medali perak yang diperkuat dua jurnalis asal Sampit Untung Setiawan dan Jhoni Abdi.
Kemudian futsal kategori usia di bawah 40 tahun meraih medali perunggu yang diperkuat Duito Susanto dan Reza jurnalis dari Sampit. Pada lomba fotographi berhasil meraih medali perak oleh Hendri dari Palangka Raya. Catatan lain prestasi Futsal Kalteng cukup membanggakan karena lonjakan prestasinya bisa dibilang sangat cepat. Sebab dalam Porwanas sebelumnya tidak bisa berbuat banyak. Dalam Porwanas di Bandung 2016 mempertandingkan 10 cabang olahraga dan memperlombakan 3 bidang jurnalistik kategori pernyiaran, fotographi dan menulis dengan memperebutkan total sekitar 32 medali emas.
Sebelum keberangkatan kontingen Porwanas PWI Kalteng ke Bandung, Ketua PWI Kalteng, H Sutransyah dalam dialog secara live di TVRI Palangka Raya optimistis Kalteng akan mampu meraih posisi tiga besar seperti yang diharapkan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran.
Alasannya, pihaknya jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri melalui seleksi dan TC untuk mengikuti Porwanas di Bandung. Selain itu dengan adanya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) akan meminimalisir jumlah atlet yang diwartawankan hanya karena Porwanas. Ternyata prediksi Sutransyah tidak keliru, Kalteng meraih tiga besar di Porwanas Bandung seperti yang diharapkan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.
Tetapi semua keberhasilan yang diraih ini merupakan perjuangan semua kontingen Porwanas PWI Kalteng. Selain dukungan berbagai pihak dan doa masyarakat Bumi Isen Mulang. Pertanyaan berikutnya, mampukah Kalteng mempertahankan posisi tiga besar tersebut pada Porwanas di Papua 2020. (AGUS SIDIKI/N).








