**Borneonews - Beirut**, Universitas Lebanon, yang merupakan satu-satunya institusi pendidikan tinggi negeri yang dibiayai oleh pemerintah, telah mengumumkan penundaan perkuliahan di tiga kota yang terletak di Lebanon selatan. Keputusan ini akan mulai berlaku pada hari Senin, 23 September, sebagai langkah respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh Israel.
Rektor Universitas Lebanon, Bassam Badran, menyatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada malam sebelumnya bahwa cabang universitas yang ada di Sidon, Nabatiyeh, dan Tyre akan ditutup. Penutupan ini diambil dengan mempertimbangkan ketidakstabilan yang disebabkan oleh serangan udara Israel yang terus berlangsung, serta demi menjaga keselamatan mahasiswa, dosen, dan seluruh staf yang ada di universitas.
Ketegangan antara kelompok Hizbullah dan Israel semakin meningkat menyusul serangan udara pada hari Jumat, 20 September, yang mengakibatkan setidaknya 45 orang kehilangan nyawa, termasuk anak-anak dan perempuan. Serangan tersebut juga mengakibatkan banyak korban luka, dengan puluhan individu dilaporkan mengalami cedera di kawasan pinggiran selatan Beirut.
Hizbullah menegaskan bahwa di antara korban, terdapat 16 anggotanya yang tewas, termasuk pemimpin senior bernama Ibrahim Aqil dan komandan utama, Ahmed Wahbi. Serangan baru ini terjadi hanya dua hari setelah ledakan yang mengguncang Lebanon, memakan korban jiwa sebanyak 37 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya akibat dua gelombang ledakan yang terjadi pada perangkat komunikasi nirkabel di beberapa wilayah.
Pemerintah Lebanon bersama Hizbullah menyalahkan Israel atas ledakan yang terjadi, meskipun pihak yang berwenang di Tel Aviv belum memberikan pernyataan resmi baik untuk membenarkan maupun membantah keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.
Sejak dimulainya konflik bersenjata di Gaza, Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam berbagai bentrokan di perbatasan. Perang ini telah menelan banyak korban jiwa, dengan lebih dari 41.400 orang dilaporkan tewas, di mana sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak setelah serangan lintas perbatasan yang dilancarkan oleh Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
ANTARA
Universitas Lebanon Tunda Perkuliahan Akibat Serangan Israel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







