**Borneonews - Istambul**, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Minggu telah mengambil langkah signifikan dengan mengadopsi secara aklamasi *Pact for the Future* atau Pakta Masa Depan. Bersama dengan itu, disetujui juga dua dokumen penting lainnya, yakni *Global Digital Compact* dan *Declaration on Future Generations*.
Pakta ini diciptakan sebagai respons untuk memperkuat tata kelola global dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi manusia saat ini. Beberapa isu utama yang diangkat dalam pakta tersebut antara lain perlunya pembangunan berkelanjutan, penciptaan kondisi perdamaian yang lebih baik di dunia internasional, pemanfaatan inovasi teknologi, serta pemberdayaan pemuda dan generasi mendatang. Selain itu, transformasi dalam sistem tata kelola global juga menjadi fokus utama yang ditawarkan oleh pakta ini.
Dalam rencana yang diusulkan, terdapat berbagai aksi yang terperinci untuk menangani isu-isu kompleks yang telah disebutkan di atas. Philemon Yang, Presiden Majelis Umum, mengapresiasi pengadopsian tersebut sebagai sebuah komitmen untuk mengatasi berbagai krisis yang tengah melanda dan sekaligus membangun pondasi bagi tatanan global yang lebih berkelanjutan, adil, serta damai.
*Global Digital Compact* menetapkan fondasi untuk masa depan digital yang lebih terbuka dan berfokus pada manusia. Sementara itu, *Declaration on Future Generations* menekankan perlunya pengakuan hak-hak generasi mendatang dalam setiap proses pengambilan keputusan yang dilakukan saat ini. Yang menekankan bahwa untuk memastikan keberhasilan dari pakta ini, solidaritas dan kerja sama multilateral menjadi kunci dalam pelaksanaan komitmennya.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pidatonya memanggil perlunya diadakan KTT Masa Depan dengan menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi di abad ke-21 memerlukan solusi yang sepadan. Ia menyatakan, Kita memerlukan keputusan yang berani untuk kembali menapaki jalur yang benar. Guterres juga menjelaskan bahwa saat ini, dunia tengah mengalami periode yang penuh ketidakpastian dan perubahan. Ia mengingatkan bahwa tidak ada gunanya menunggu momen yang sempurna untuk bertindak.
Kita harus mengambil langkah tegas yang pertama menuju pembaruan dan reformasi dalam kerja sama internasional agar lebih terhubung, adil, dan inklusif. Berkat upaya yang telah dilakukan, kita kini telah berada di jalur tersebut, ungkap Guterres dengan optimisme.
ANTARA
PBB Adopsi Pakta Masa Depan untuk Mengatasi Tantangan Global
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







