JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diharapkan untuk mengembangkan metode yang lebih efektif dalam mencegah konflik di seluruh dunia. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Berris Ekinci, pada Minggu, 22 September. Dalam pidatonya pada pertemuan *dialog interaktif* yang berlangsung di Markas Besar PBB di New York, Ekinci menegaskan pentingnya penciptaan konsensus internasional baru untuk membangun masa kini yang lebih baik dan menjamin masa depan yang lebih aman. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, termasuk ketidakpastian dan perpecahan yang semakin mendalam, ia menyatakan bahwa metode-metode lama sudah tidak memadai lagi. Ekinci merujuk pada beberapa situasi konflik yang tidak berhasil ditangani dengan baik oleh PBB, termasuk perang Rusia di Ukraina serta konflik di Gaza. Ia berpendapat bahwa PBB tidak dapat melakukan perubahan nyata tanpa adanya dukungan yang kuat dari negara anggotanya dalam bentuk otoritas, komitmen, dan sumber daya yang cukup. Lebih lanjut, Ekinci mengusulkan bahwa transformasi PBB mesti didasarkan pada prinsip kepercayaan dan kerja sama. Untuk itu, ia menekankan perlunya reformasi Dewan Keamanan agar menjadi lembaga yang lebih demokratis, representatif, transparan, dan akuntabel. Ia juga menginginkan agar kekuasaan veto baik dihapus atau dibatasi, dengan menambahkan bahwa penambahan anggota tetap atau negara dengan hak veto hanya akan memperburuk isu-isu yang ada. Ekinci meyakini bahwa PBB harus terus mengembangkan alat dan mekanisme yang diperlukan untuk memfasilitasi dialog dan saling pengertian di antara berbagai komunitas. Hal ini, menurutnya, adalah satu-satunya cara untuk melawan polarisasi, xenofobia, diskriminasi, dan ekstremisme kekerasan yang semakin merajalela. Dalam konteks ini, Ekinci mengajak semua pihak untuk mendukung penguatan PBB demi mencapai tujuan yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa Turki, sebagai salah satu negara pendiri PBB dan termasuk dalam 20 negara dengan kontribusi terbesar bagi anggaran PBB, siap memberikan dukungan penuh untuk menciptakan PBB yang mampu menjadi pemimpin dan penginspirasi dalam upaya perdamaian global. ANTARA