KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko angin kencang yang kemungkinan akan terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari mendatang. Daerah-daerah yang diidentifikasi berpotensi mengalami angin kencang meliputi Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Belu, Malaka, Kabupaten Kupang, Nagekeo, dan Manggarai. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, melalui konferensi pers yang berlangsung di Kupang baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa situasi ini terkait dengan aktifnya *Monsoon Timur*. Warga diminta untuk memperhatikan potensi angin kencang, terutama di lokasi-lokasi yang mengalami cuaca kering selama musim kemarau. Kejadian ini disebabkan oleh adanya perbedaan gradien tekanan udara yang cukup signifikan di wilayah Australia, yang mempengaruhi kondisi angin di NTT. Sti menyoroti bahwa kondisi cuaca saat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut. Meskipun NTT saat ini masih berada di musim kemarau, para ahli memperkirakan bahwa kondisi netral yang ada saat ini akan bertransisi menuju fase *La Nina* yang lemah dalam beberapa pekan ke depan. Kelembapan udara yang terpantau cukup tinggi, terutama di lapisan atsmosfer pada ketinggian 700 mb dan 500 mb, diperkirakan akan mempercepat proses pembentukan awan hujan di wilayah NTT. Saat ini, terdapat juga daerah netral terlihat di Samudera Hindia sebelah barat Australia, yang dapat berpengaruh pada pola pergerakan massa udara. Keberadaan daerah netral ini dapat menyebabkan pembelokan dan perlambatan arus udara, sehingga berpotensi meningkatkan kemungkinan terjadinya pembentukan awan hujan di NTT. ANTARA