SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jalan penghubung Cempaka Mulia-Kampung Melayu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mendapatkan dana sebesar Rp20 miliar dari program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). 

“Alhamdulillah, jalan dari Cempaka Mulia ke Kampung Melayu mendapatkan dana dari program IJD, program presiden. Kita mendapatkannya berkat usaha keras Bupati yang terus berupaya mencari dana selain dari APBD. Tahun ini, kita mendapatkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk proyek ini,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Senin, 23 September 2024.

Namun, mengenai kapan pelaksanaan proyek tersebut akan dimulai, Mentana menyebutkan bahwa hal itu belum dapat dipastikan. Pasalnya, yang akan melaksanakan proyek ini adalah kementerian PUR, bukan pemerintah daerah.

Menurut Mentana, pihaknya juga belum mendapatkan kepastian mengenai berapa panjang ruas jalan yang akan dibangun menggunakan dana tersebut. Namun, ia memperkirakan dengan anggaran Rp20 miliar, jalan yang akan dibangun dengan konstruksi agregat beraspal bisa mencapai sekitar 3 hingga 4 kilometer.

"Kalau estimasi dari Rp20 miliar dengan konstruksi agregat aspal, kemungkinan bisa mencapai 3 sampai 4 kilometer," ujarnya.

--page

Padahal, ruas jalan dari Kampung Melayu hingga ke Mentaya Seberang memiliki panjang sekitar 30 kilometer. Oleh karena itu, masih banyak bagian jalan yang belum tertangani, serta beberapa infrastruktur lain di sepanjang ruas tersebut yang membutuhkan perhatian.

Selain pembangunan jalan, Mentana juga menekankan pentingnya penanganan infrastruktur lain di kawasan tersebut, khususnya jembatan. Saat ini, banyak jembatan di daerah tersebut yang masih berupa jembatan darurat.

“Selain jalan, masih ada infrastruktur lain yang perlu kita tangani, seperti jembatan-jembatan yang saat ini masih berupa jembatan darurat. Ini perlu ditingkatkan agar konektivitas antarwilayah bisa lebih baik," tambahnya.

Rencana pembangunan jembatan penghubung antara Kampung Melayu dan Mentaya Seberang juga menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat dan akses ekonomi semakin lancar.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kotim yang membutuhkan akses jalan lebih baik, sehingga dapat menunjang perkembangan ekonomi dan mempermudah aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. (DEWI PATMALASARI/Y)