BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akhirnya siswi berprestasi dari SMP 4 Negeri Pangkalan Bun, Nursela ikut Jambore Nasional (Jamnas) X, di Cibubur, Jakarta. Sebelumnya, namanya dicoret dari daftar lantaran orang tuanya tidak mampu menyetor uang talangan keberangkatan sebesar Rp3 Juta.
"Kami panggil lagi, soal dana talangan akan kami bantu. Jangan sampai karena ketidakmampuan orang tua ada yang gagal berangkat," ujar Ketua Pramuka Kwartir Cabang Kotawaringin Barat (Kobar), Akhmad Subandi, Jumat (5/8/2016).
Menurut Ketua Pramuka Kwarcab Kobar, Subandi, kegiatan pramuka merupakan beban negara dan daerah. Dalam pramuka juga tidak ada pembedaan ekonomi. Jangan sampai kasus pencoretan peserta ini menjadi preseden buruk bagi pramuka.
"Semua sama dalam pramuka, tidak ada si kaya dan si miskin."
Meski bisa kembali mewakili Kabupaten Kobar di Jamnas Cibubur, Nursela berubah status dari yang awalnya peserta menjadi peninjau. Hal itu lantaran Nursela sudah terlanjur dicoret dan diganti dengan peserta lain.
"Hanya berubah status, tetapi Nursela tetap berangkat dan tetap bisa mengikuti setiap kegiatan di Jamnas," terang Subandi.
Upaya ini dilakukan Kwarcab cabang Kobar agar setiap anggota pramuka di Bumi Marunting Batu Aji tetap bersemangat mengikuti pramuka, meski berasal dari keluarga tidak mampu. Ke depan, kata anggota DPRD Kobar itu, jangan sampai ada peserta yang dicoret karena berasal dari keluarga tidak mampu.
Mewakili Kabupaten Kobar, Kwarcab mengirim 32 anggota pramuka. Terdiri dari, peserta, peninjau, pembina dan pendamping. Selain mengikuti setiap rangkaian kegiatan Jamnas, wakil Kabupaten Kobar diharapkan mampu membawa nama baik dan mempromosikan potensi daerah. (UD/N).








