PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di Kalimantan Tengah telah melengkapi puskesmas di wilayahnya dengan 35 unit kendaraan operasional. Langkah ini diambil untuk mendukung dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Bupati Kotim, Halikinnor, mengungkapkan di Sampit pada hari Senin bahwa kesehatan adalah hak dasar bagi setiap individu. Oleh karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. "Selain itu, penting untuk memberikan dukungan dari segi sarana dan prasarana guna memastikan operasional kesehatan dapat menjangkau masyarakat di berbagai lokasi," tegas Halikinnor. Dengan begitu, kualitas pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Umar Kaderi, menambahkan bahwa pihaknya telah menyerahkan bantuan operasional yang terdiri dari 20 unit sepeda motor dan 15 unit mobil. "Dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, kami berharap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Umar. Umar juga menjelaskan bahwa penyaluran kendaraan operasional tersebut bertujuan khusus untuk mendukung program *integrasi layanan primer* (ILP) yang baru diluncurkan oleh Pemkab Kotim sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 2015 Tahun 2023, ILP merupakan komponen penting dalam transformasi sektor kesehatan. Program ini memiliki fokus pada tiga aspek utama. Pertama, perhatian pada siklus hidup sebagai inti dari pelayanan kesehatan serta promosi kesehatan yang lebih kuat. Kedua, integrasi jejaring pelayanan kesehatan primer hingga tingkat desa, kelurahan, dan dusun, termasuk memperkuat promosi kesehatan serta pencegahan penyebaran penyakit, dan ketiga, menguatkan pemantauan kesehatan di tingkat wilayah setempat. Penguatan kesehatan primer berdasarkan ketiga faktor tersebut diharapkan akan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini juga memerlukan dukungan kolaboratif yang kuat dari berbagai pihak terkait untuk menciptakan layanan yang berkelanjutan. Untuk pelaksanaan program ILP, diperlukan unit layanan atau *delivery unit* yang diharapkan dapat menyelenggarakan pelayanan primer di kecamatan melalui puskesmas, di desa melalui pustu, dan di tingkat dusun atau RT/RW melalui Posyandu. "Puskesmas dan pustu adalah garda terdepan dalam menjalankan program ILP ini. Kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan dapat memperlancar tugas mereka di lapangan," ungkap Umar. Bantuan kendaraan operasional ini terdiri dari lima unit kendaraan Hilux atau kendaraan sejenis pikap, sepuluh minibus, dan dua puluh sepeda motor, termasuk varian motor matic dan naked bike yang memiliki performa mesin yang handal. Selain itu, juga terdapat bantuan ambulans untuk daerah seberang. Distribusi bantuan ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi spesifik setiap wilayah. Contohnya, kendaraan Hilux dialokasikan untuk wilayah utara yang memiliki medan yang lebih menantang, seperti Puskesmas Tumbang Penyahuan, Tumbang Sangai, Tumbang Kalang, dan Kuala Kuayan. ANTARA