JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta mengemukakan bahwa tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang terdaftar dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 tidak mampu menggambarkan aspirasi masyarakat. Koordinator JRMK, Minawati, menyatakan bahwa kini saatnya untuk mengungkapkan kekecewaan masyarakat, terutama dari kelompok masyarakat miskin yang berada di Jakarta. Ia mengatakan bahwa proses pilkada kali ini tidak mencerminkan kepentingan rakyat. "Hari ini kami ingin menyuarakan ketidakpuasan masyarakat miskin kota yang merasa bahwa pilkada tahun ini tidak berpihak kepada mereka," ujarnya. Penyampaian pendapat ini dilakukan di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta yang terletak di Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat. Menurut Minawati, banyak masalah yang masih memburuk di Jakarta dan belum mendapatkan penyelesaian yang memadai. JRMK juga menyoroti kondisi demokrasi yang saat ini dinilai tidak berada dalam keadaan baik. Hal ini menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap tiga pasangan calon yang mengikuti ajang Pilkada Jakarta 2024. "Ini bukan hanya keputusan kami sebagai koordinator JRMK, tetapi ini adalah keputusan rakyat Jakarta. Kami telah melakukan banyak rapat untuk membahas pilihan yang ada, dan hasilnya kami sepakat untuk memilih tidak memilih (golput)," tegas Minawati. Dengan memilih untuk tidak memberikan suara, Minawati berargumen bahwa masyarakat berupaya untuk menolak praktik kecurangan yang mungkin dilakukan selama proses pemilihan ini. "Kita golput sebagai bentuk perlawanan jika demokrasi tidak berjalan dengan baik. Sudah kami pelajari, ketiga paslon ini tidak ada yang mewakili aspirasi rakyat," ungkapnya. Minawati juga menunjukkan bahwa perlawanan ini didasarkan pada isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat, seperti permasalahan di Kampung Bayam yang hingga kini masih berlangsung, serta kasus penggusuran pedagang kaki lima yang tidak mendapatkan tempat berjualan. "Dialog dua arah antara pemerintah dan rakyat tidak ada, komunikasi yang baik pun sangat kurang," tegasnya. Sementara itu, Koordinator Aksi JRMK, Andi, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes dan menggambarkan bahwa proses demokrasi yang ada tidak memberi ruang bagi masyarakat untuk mengajukan calon mereka sendiri. "Proses demokrasi dalam konteks pilkada ini tidak membuka kesempatan bagi warga Jakarta untuk mengusulkan calon yang mereka inginkan," ucap Andi. JRMK terdiri dari 32 komunitas di berbagai wilayah Jakarta, mencakup Jakarta Barat, Jakarta Timur, serta sejumlah besar dari Jakarta Utara. Organisasi ini juga melibatkan pedagang kaki lima dan warga yang memiliki keluhan serupa terkait permasalahan demokrasi. KPU DKI Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada tanggal 22 September 2024. Ketiganya adalah Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel), Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), serta Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) yang maju sebagai calon independen. ANTARA