**Borneonews - Seoul**, Korea Selatan diprediksi akan mengalami penurunan populasi yang signifikan dalam lima dekade ke depan. Data terbaru menunjukkan bahwa peringkat populasi negara ini dapat merosot hingga 30 tingkat, yang disebabkan oleh tingkat kelahiran yang sangat rendah serta penuaan penduduk yang cepat.
Diperkirakan pada tahun 2072, populasi Korea Selatan akan mencapai sekitar 36 juta, yang berarti penurunan sebesar 30,8 persen dari angka sekitar 52 juta pada tahun ini. Populasi negara ini mencapai puncaknya pada tahun 2020 dan sejak saat itu mengalami penurunan yang konsisten, sebagaimana yang diungkapkan oleh lembaga statistik Korea.
Sementara itu, populasi global diprediksi akan terus bertambah selama periode yang sama, diperkirakan mencapai 10,22 miliar pada tahun 2072, meningkat dari sekitar 8,16 miliar saat ini. Pada tahun 2024, Korea Selatan akan menjadi negara dengan populasi terbesar ke-29 di dunia, namun di proyeksikan akan turun ke posisi ke-59 pada tahun 2072.
Korea Selatan menghadapi tantangan serius terkait demografi. Banyak generasi muda yang memilih untuk menunda pernikahan, atau bahkan tidak berencana untuk menikah atau memiliki anak. Fenomena ini sejalan dengan perubahan norma sosial dan cara hidup masyarakat, di tengah kondisi pasar kerja yang ketat dan harga rumah yang kian meroket.
Tingkat kesuburan di Korea Selatan juga semakin menurun, mencapai angka terendah baru yaitu 0,72 anak per wanita pada tahun 2023, dibandingkan dengan 0,78 pada tahun sebelumnya. Angka ini jauh di bawah tingkat penggantian yang diperlukan, yaitu 2,1, untuk menjaga stabilitas populasi di angka 51 juta.
Proyeksi menunjukkan bahwa rasio ketergantungan populasi di Korea Selatan akan meningkat menjadi 118,5 orang pada tahun 2072 dari 42,5 orang pada tahun ini. Rasio ini mencerminkan perbandingan antara jumlah anak berusia 0-14 tahun dan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas terhadap 100 orang yang berada dalam kategori usia produktif, yaitu 15-64 tahun.
Menurut data yang dirilis, Korea Selatan saat ini menduduki peringkat 208 dalam daftar rasio ketergantungan penduduk di antara 236 negara dan diperkirakan akan meluncur ke peringkat ketiga pada tahun 2072, setelah Hong Kong dan Puerto Rico. Persentase orang berusia 65 tahun ke atas saat ini mencapai sekitar 19,2 persen dari total populasi dan diprediksi akan meningkat menjadi 47,7 persen pada tahun 2072.
Proporsi populasi usia kerja, yang terdiri dari individu berusia antara 15 hingga 64 tahun, diproyeksikan akan berkurang dari 70,2 persen pada tahun 2024 menjadi 45,8 persen pada tahun 2072. Diperkirakan Korea Selatan akan menjadi masyarakat yang tergolong sangat tua pada tahun 2025, saat proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai 20 persen dari total populasi. Negara ini telah menjadi masyarakat tua sejak tahun 2017, ketika jumlah orang tua melampaui 14 persen dari total penduduk.
Di sisi lain, populasi Korea Utara diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2032 sebelum turun menjadi 23 juta pada tahun 2072, berkurang dari 26 juta pada tahun 2024. Oleh karena itu, jumlah total populasi Korea Selatan dan Korea Utara diperkirakan akan menyusut menjadi 59 juta pada tahun 2072, dibandingkan dengan 78 juta pada tahun 2024.
India diproyeksikan sebagai negara dengan jumlah populasi terbanyak pada tahun 2024, dengan total 1,45 miliar jiwa, diikuti oleh China dengan 1,42 miliar dan Amerika Serikat dengan 345 juta. Pada tahun 2072, India diprediksi akan tetap menjadi negara teratas dalam hal populasi, terus diikuti oleh China dan Amerika Serikat.
ANTARA
Korea Selatan Diproyeksi Turun Populasi 30% pada 2072
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







