JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bersama Sucor Asset Management (SAM) telah resmi menjalin kemitraan strategis untuk menangani masalah stunting di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak, sebagai bagian dari komitmen kedua lembaga untuk menciptakan generasi yang lebih sehat. Dalam upaya ini, Yayasan Maju Bersama Pengusaha Indonesia, yang berada di bawah naungan Apindo, berperan sebagai mitra implementasi dalam menyalurkan dana yang berhasil dihimpun oleh produk investasi bernama *Sucorinvest Anak Pintar* (SAP). Produk ini merupakan bagian dari inisiatif filantropis dari SAM yang dirancang untuk membantu memerangi stunting. Hingga saat ini, dana filantropi yang dikumpulkan melalui SAP telah mencapai Rp8,28 miliar, diperoleh dari 2.769 pemegang unit penyertaan atau *single investor identification (SID)*. Melalui program ini, satu persen dari setiap dana yang diinvestasikan secara langsung disalurkan kepada yayasan-yayasan terpilih yang berfokus pada peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak-anak di seluruh Indonesia. Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menekankan pentingnya dana yang terkumpul. Menurutnya, dana tersebut tidak hanya akan memberikan keuntungan finansial, tetapi juga akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pendidikan dan kesehatan anak-anak di Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa masalah stunting harus segera diatasi, mengingat dampak negatif yang dihasilkannya terhadap kualitas sumber daya manusia di tanah air. Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Shinta mencatat bahwa sekitar 18,10 persen anak di Indonesia belum mendapatkan akses pendidikan yang layak, sementara lebih dari 42 persen mengalami masalah gizi dan kesehatan yang serius. Program mitigasi stunting yang dijalankan melalui kemitraan ini akan dilakukan di empat provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Dari keempat provinsi tersebut, sebelas kabupaten/kota akan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program. Di setiap kabupaten/kota yang terpilih, tiga desa akan dijadikan target intervensi dengan fokus pada enam Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di masing-masing desa. Manager Project Gerakan Anak Sehat (GAS) KIPAS Stunting Apindo, Dwi Setyo, menyatakan bahwa program ini akan menjangkau sekitar 10.200 orang, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dengan bayi usia 0-6 bulan, serta bayi di bawah dua tahun. Dalam rangka meningkatkan gizi, anak-anak dan ibu-ibu akan mendapatkan makanan bergizi setiap hari dari Senin hingga Jumat. Pada hari Sabtu, mereka akan menerima makanan bernutrisi dan berpartisipasi dalam edukasi mengenai pentingnya pola makan seimbang. Dwi menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan dalam program ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, terutama dalam perbaikan status gizi ibu hamil. Hasil uji coba yang dilakukan Apindo di tiga wilayah pada Agustus 2023 menunjukkan penurunan yang tajam pada persentase ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), dari 19,6 persen menjadi 9 persen dalam empat bulan. Selain itu, penurunan signifikan juga terjadi pada ibu yang memiliki anak balita yang mengalami KEK. Sebelum program dimulai, angka ini mencapai 33,4 persen, namun setelah dilaksanakan selama empat bulan, angka tersebut turun menjadi 13,49 persen. Dalam kesempatan yang sama, Lindrawati Widjojo, pendiri Sucor Group, mengungkapkan bahwa kemitraan ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang membutuhkan, tetapi juga untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dampak positif terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia. ANTARA