**Borneonews - Rangkasbitung**, Sahabat Relawan Indonesia (SRI) berkomitmen untuk mendatangkan obat Tuberkulosis (TBC) dari organisasi internasional guna mendukung pengobatan masyarakat Badui di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kesulitan yang dihadapi dalam memperoleh obat TBC dari puskesmas setempat.
Koordinator SRI, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa saat ini proses pemenuhan kebutuhan medis untuk warga Badui mengalami kendala. "Kami mengalami kesulitan dalam mendapatkan obat TBC dari puskesmas yang memiliki tanggung jawab di kawasan masyarakat Badui," ungkapnya saat dihubungi di Rangkasbitung.
Di Kampung Cibeo, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, terdapat lima anak dari warga Badui Dalam yang telah terdiagnosis positif TBC, namun hingga saat ini mereka masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan obat yang diperlukan. Pihak SRI telah berkomunikasi dengan Kepala Pelaksana Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, yang menjelaskan bahwa pengobatan harus dilakukan melalui puskesmas yang ada di daerah tersebut.
Pemeriksaan terhadap lima anak tersebut dilakukan pada awal September 2024, melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Serang dan 21 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Unjani Bandung. Namun, pasien masih kesulitan untuk mendapatkan obat di daerah Badui.
Padahal, secara umum, obat TBC tersedia secara gratis dan harus dikonsumsi secara rutin selama 6 hingga 9 bulan tanpa putus. Mengingat kondisi tersebut, SRI berencana untuk mendatangkan obat dari luar negeri, termasuk dari Qatar dan Perancis. Organisasi tersebut bersedia mengirimkan bantuan obat TBC kepada kelima warga Badui yang saat ini belum mendapatkan perawatan yang layak.
"Kami telah melakukan wawancara dengan kepala desa setempat, dan mereka menyatakan bahwa masyarakat Badui sangat membutuhkan obat TBC ini supaya kondisi kesehatan mereka tidak memburuk, yang dapat berakibat fatal," tambahnya.
Sementara itu, Budi Mulyanto, Kepala Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, menginformasikan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi kepada petugas di Puskesmas Cisimeut agar segera mengambil obat dari Dinkes di Rangkasbitung untuk kelima anak yang terkonfirmasi positif TBC. "Kami berharap keluarga dapat mengawasi mereka selama menjalani pengobatan, sehingga konsumsi obat tidak terputus minimal untuk jangka waktu enam bulan," tutup Budi.
ANTARA
SRI Bantu Warga Badui Dapatkan Obat TBC Dari Luar Negeri
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







