DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta, yang dikenal dengan sebutan Koster-Giri, menganggap bahwa nomor urut 2 yang mereka terima dalam pengundian pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bali sebagai simbol dari harapan untuk dua periode kepemimpinan. Wayan Koster mengungkapkan di hadapan para pendukungnya di Denpasar bahwa angka dua ini adalah indikator dukungan dari alam, menandakan perjalanan mereka untuk melanjutkan kepemimpinan selama dua periode berturut-turut. "Nomor dua ini menjadi penanda restu alam bagi pasangan Wayan Koster bersama Nyoman Giri Prasta untuk melanjutkan dua periode," katanya. Awalnya, Nyoman Giri Prasta mengambil bagian dalam pengundian dan mendapatkan nomor 14, sedangkan calon wakil gubernur dari tim sebelah, Putu Agus Suradnyana, memperoleh nomor 1. Dalam proses pengundian, kedua pasangan calon yang turut berpartisipasi dalam ajang ini memilih nomor urut yang terdapat dalam selongsong berwarna merah marun. Saat para pasangan calon membuka selongsong tersebut secara bersamaan, terlihat sorak sorai dari tim dan para pendukung. Khususnya untuk pendukung Koster-Giri, mereka segera mengeluarkan atribut yang mencirikan nomor 2 seraya menunjukkan rasa bahagia karena hasil pengundian. Sebagai Gubernur Bali yang menjabat pada periode 2018-2024, Koster menyatakan bahwa melanjutkan masa kepemimpinannya bersama Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, atau lebih dikenal dengan julukan Cok Ace, sangatlah penting. Ia menjelaskan bahwa mereka telah membangun visi *Nangun Sat Kerthi Loka Bali* dengan merumuskan 44 program kerja yang menjadi tonggak peradaban. Koster turut menegaskan pentingnya melanjutkan program-program yang sudah ada serta menyelesaikan beberapa program yang masih dalam proses. Ia optimis bahwa jika diberikan amanah untuk kembali terpilih, mereka akan mampu menjawab berbagai tantangan global yang ada di depan. Koster-Giri juga menerapkan prinsip satu pulau, satu manajemen, dan satu komando, meskipun mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan merupakan gabungan partai politik yang berbeda dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam kesempatan ini, Koster menegaskan jika terpilih kembali di periode kedua, mereka akan berusaha membangun sinergi dengan pemerintahan pusat, meskipun berasal dari partai politik yang berbeda. "Presiden adalah presiden Republik Indonesia, yang dalam konstitusi memiliki tanggung jawab untuk memajukan seluruh masyarakat di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, secara konstitusional dan politis, tidak akan ada tekanan bagi kami. Pembangunan di Bali akan terus dilanjutkan," ujarnya penuh keyakinan. ANTARA