**Borneonews - [Nama Lokasi/Wilayah/Tempat/Kota]**, Para peneliti asal Tiongkok telah berhasil mengembangkan teknologi inovatif yang memungkinkan konversi karbon dioksida (*CO2*) menjadi senyawa antioksidan yang dikenal sebagai likopen. Laporan ini disampaikan oleh surat kabar *South China Morning Post*.
Likopen merupakan jenis antioksidan yang sangat kuat dan memiliki berbagai manfaat kesehatan yang signifikan. Di antara manfaat tersebut adalah kemampuannya dalam memberikan perlindungan dari paparan sinar matahari, meningkatkan kesehatan jantung, serta menurunkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker. Selain itu, likopen juga dikenal efektif dalam melawan kondisi seperti obesitas, diabetes, dan penyakit pernapasan tertentu.
Memproduksi likopen tidaklah sederhana. Proses ekstraksi dari tanaman alami umumnya memerlukan waktu yang cukup lama, sementara sintesis secara kimiawi melalui metode konvensional cenderung kompleks dan membutuhkan banyak energi. Di samping itu, faktor biaya juga menjadi hambatan, karena biaya produksi likopen bisa mencapai 5 juta yuan, yang setara dengan sekitar 708.800 dolar AS atau sekitar Rp10,8 miliar untuk satu ton.
Dalam upaya mencari solusi terhadap tantangan ini, tim peneliti dari Universitas Pertanian Qingdao telah menciptakan teknologi biologi sintetik yang dapat mengatasi kendala-kendala tersebut. Profesor Yang Jianming, yang memimpin tim peneliti ini, memilih metode biologis yang disebut sebagai "teknologi fiksasi karbon". Metode ini memungkinkan organisme untuk mengubah karbon dioksida menjadi senyawa organik, mirip dengan proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan.
Teknologi yang dirancang oleh Profesor Yang dan rekan-rekannya ini memanfaatkan mikroorganisme sebagai bioreaktor untuk menghasilkan berbagai bahan kimia, material, atau obat-obatan. Selain itu, teknologi ini juga berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.
Profesor Yang menekankan bahwa metode yang mereka kembangkan ini menawarkan keunggulan sebagai cara yang efisien, berbiaya rendah, dan ramah lingkungan dalam proses produksi likopen. Inovasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif tidak hanya dalam bidang kesehatan tetapi juga dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan.
ANTARA
Teknologi China Ubah CO2 Menjadi Likopen, Antioksidan Kuat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
Komentar (0)
Memuat komentar…







