JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kun Wardana Abyoto, menekankan pentingnya pembangunan kesadaran seni yang dimulai dari tingkat masyarakat paling dasar, yaitu RT dan RW. Hal ini diungkapkan dalam acara "Dialog Publik Seni Bersama Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur 2024" yang diselenggarakan oleh Dewan Kebudayaan Jakarta (DKJ) di Taman Ismail Marzuki pada hari Senin. Dalam pernyataannya, Kun menyampaikan, "Kita harus memiliki kekuatan dari *grass roots*." Ia menjelaskan bahwa membangun nilai-nilai sosial seharusnya bermula dari lingkungan terdekat kita, yakni RT, RW, dan kelurahan. Menurutnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa masyarakat Jakarta memiliki modal sosial yang kuat, contohnya budaya gotong-royong. Modal sosial yang ada juga mengandung unsur budaya yang penting. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang budaya di Jakarta, penting untuk memanfaatkan lingkungan sekitar seperti RT dan RW. Kun berpendapat bahwa fungsi RT dan RW seharusnya tidak hanya sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tetapi juga sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat. Ia memberikan contoh dari Singapura, di mana masyarakat membentuk pusat komunitas untuk memfasilitasi dialog di lingkungan mereka. Dari sana, warga dapat bertukar pikiran, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pengembangan budaya lokal. Lebih jauh, Kun menyatakan bahwa penumbuhan pengetahuan dan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya dapat dimulai dari lingkungan mereka sendiri. "Jadi, penjenjangan itu harus dimulai dari bawah. Sehingga semua akan sadar dan memiliki *awareness* tentang budaya itu sendiri," ungkapnya. Ia menambahkan harapannya untuk mengembangkan proses ini dari *grass roots* menuju tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota, sehingga kecintaan masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal dapat meningkat secara signifikan. ANTARA