JAMBI –
**Borneonews - Jambi**, Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan komitmennya untuk menciptakan kemudahan dalam berinvestasi di wilayah ini. Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga masyarakat, yang pada gilirannya akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah. "Untuk mencapai hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi perlu memfasilitasi lebih banyak investasi, agar pendapatan masyarakat dapat meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi rumah tangga," ungkap Al Haris saat memberikan keterangan di Jambi pada Senin lalu. Namun, ia menyadari bahwa sektor investasi di Jambi masih memerlukan perhatian lebih. Terdapat sejumlah proyek strategis nasional yang belum berfungsi maksimal, salah satunya adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) Kemingking yang ditetapkan sebagai pusat kawasan industri, namun hingga kini belum berjalan sesuai harapan. Kondisi penerimaan daerah yang masih relatif rendah turut berdampak pada lemahnya konsumsi rumah tangga. Oleh sebab itu, Al Haris mengimbau para pemegang kebijakan untuk lebih memperhatikan dan memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin masuk ke dalam pasar Jambi, terutama dalam proses perizinan. "Jika investasi dapat berkembang dengan baik, maka hal itu akan berkontribusi positif terhadap pendapatan masyarakat dan pada akhirnya meningkatkan konsumsi rumah tangga," jelasnya. Di sisi lain, Al Haris juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi masih jauh dari optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketergantungan Jambi pada sektor pertambangan batu bara. Ia mencatat, masih banyak masyarakat, seperti sopir dan pekerja di tambang, yang tergantung hidupnya pada sektor ini. Situasi ini berpengaruh signifikan terhadap ekonomi daerah, di samping sektor perkebunan dan pertanian yang juga menjadi andalan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, pada triwulan II tahun 2024, ekonomi Jambi mengalami pertumbuhan sebesar 4,15 persen dibandingkan triwulan II tahun 2023. Sementara itu, laju inflasi di Jambi pada Agustus 2024 tercatat sebesar 2,50 persen secara *year on year*. Sektor investasi memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian daerah dengan cara mengangkat konsumsi rumah tangga. Oleh karena itu, Al Haris menekankan bahwa ke depannya, konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi Jambi. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk hadir dan menjamin keberlangsungan usaha bagi para pelaku industri. "Kami ingin agar para pelaku usaha merasa terlindungi dan nyaman, sehingga ekonomi dapat berkembang secara bertahap. Penting bagi kita untuk menciptakan rasa aman bagi industri dan pengusaha," pungkasnya. ANTARA