BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka peningkatan pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memberikan pelatihan kepada petugas kebersihan Pasar Indrasari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, dalam pembuatan pupuk kompos dari sampah sisa sayuran.
Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kepala DLH Kobar, Fitriyana, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Nurliani, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting sebagai upaya untuk mengelola sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat.
"Setiap hari, sekitar 150 ton sampah masuk ke TPA, 64 persen di antaranya adalah sampah organik dari rumah tangga. Target kami di tahun 2025, sampah dari rumah tangga ini tidak lagi sampai ke TPA, tetapi diolah menjadi pupuk kompos oleh masyarakat," ujarnya, Senin, 23 September 2024.
Menurut Nurliani, langkah ini juga diaplikasikan di pasar, di mana banyak sampah sisa sayuran yang dapat diolah. Oleh karena itu, DLH Kobar melibatkan petugas kebersihan pasar untuk belajar memanfaatkan sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomi.
"Sampah pasar, terutama sisa sayuran, dapat dijadikan kompos. Ini alasan kami melibatkan petugas kebersihan pasar untuk mengikuti pelatihan ini," tuturnya.
Nurliani juga menambahkan bahwa para petugas kebersihan menyambut baik program ini. Mereka antusias belajar cara mengolah sampah menjadi pupuk kompos.
"Alhamdulillah, mereka sangat antusias. Ini menjadi terobosan baru dalam pengelolaan sampah di Kobar. Jika diolah dengan benar, sampah bisa menghasilkan nilai ekonomi dan menambah penghasilan bagi petugas kebersihan," imbuhnya.
DLH Kobar juga telah menginisiasi pembentukan bank sampah di setiap kelurahan sebagai upaya lanjutan mengurangi sampah. Salah satu contohnya adalah di Kampung Sega, dan pengelolaan bank sampah telah berjalan dengan baik, dalam mendukung pengelolaan sampah di kawasan wisata tersebut.
Menurut Nurliani, keberadaan bank sampah di Kampung Sega tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Sampah yang terkumpul diolah dan menghasilkan kompos yang bernilai jual.
Lebih lanjut, DLH Kobar juga memprogramkan pembuatan kompos di setiap rumah tangga. Untuk mendukung program ini, DLH akan bekerja sama dengan PLN dalam pengadaan komposter.
"Kami merencanakan pengadaan komposter di setiap rumah. Pupuk kompos yang dihasilkan nantinya bisa digunakan untuk tanaman di Ruang Terbuka Hijau, bahkan pemerintah daerah bisa membeli kompos dari masyarakat," tambah Nurliani.
Ia juga menyebutkan pentingnya kerja sama dengan perusahaan perkebunan sawit untuk memanfaatkan pupuk kompos yang dihasilkan oleh masyarakat.
"Kami berharap ada kerja sama dengan perusahaan kebun sawit agar mereka menggunakan pupuk kompos hasil pengolahan masyarakat. Ini akan menjadi terobosan besar," pungkasnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat Kobar. (DANANG/H)
Kelola Sampah Organik, Petugas Kebersihan Pasar Belajar Pembuatan Pupuk Kompos
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Waka KPK Usulkan Kewenangan Rampas Aset Pejabat Tak Tercantum di LHKPN
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







