BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri, Asmawa Tosepu, menyampaikan salam perpisahan dari jabatannya sebagai Penjabat Bupati Bogor kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perpisahan tersebut berlangsung dalam sebuah apel yang diadakan di Aula Tegar Beriman, Cibinong, pada hari Senin. Dalam kesempatan tersebut, Asmawa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, kerjasama, dan doa selama kurang lebih 269 hari atau sekitar delapan bulan lebih ia menjalankan amanah sebagai Penjabat Bupati. Ia menyatakan, "Terima kasih atas penerimaan, dukungan, kerja sama, dan bantuan kepada kami selama periode ini." Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkab Bogor atas kolaborasi yang telah terjalin dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan tidak akan mungkin tercapai tanpa dukungan dan kerja sama dari semua pihak, terutama dari para pegawai di pemerintah daerah. Asmawa juga menyampaikan pesan penting kepada jajaran Pemkab Bogor untuk selalu mengedepankan Konsep Berbaur, yang dikenal dengan sebutan Babarengan, Akur, Makmur. Ia menekankan pentingnya prinsip tersebut agar menjadi landasan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. "Pengutamaan nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap kebijakan sangatlah penting. Proses penataan Kawasan Puncak adalah salah satu contoh nyata semangat *babarengan* yang melibatkan semua tingkatan pemerintahan," ujar Asmawa. Masa jabatan Asmawa Tosepu sebagai Penjabat Bupati Bogor akan segera berakhir dan akan diserahkan kepada Bachril Bakri, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Kemendagri. Meskipun masa jabatannya tidak sampai satu tahun, Asmawa berhasil mencatat berbagai pencapaian signifikan, terutama dalam penataan Kawasan Wisata Puncak dan penyelesaian masalah angkutan tambang di Parungpanjang. Di bawah kepemimpinannya, Pemkab Bogor juga meraih pengakuan sebagai pemerintah daerah dengan kategori Pratama dalam pencapaian *Universal Health Coverage* (UHC) dari Kementerian Koordinator (Kemenko) PMK. Tercapainya UHC di Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa hampir seluruh penduduk, yakni 97,48 persen, telah memiliki akses terhadap jaminan kesehatan yang mudah dan cepat. Keberhasilan ini adalah salah satu jerih payah yang patut dicatat selama masa jabatannya. ANTARA