JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa pembebasan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, dilakukan tanpa adanya pembayaran atau imbalan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) maupun Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hal ini diungkapkannya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Hadi menyatakan bahwa keberhasilan dalam pembebasan Pilot Philip merupakan hasil kerja sama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Tanpa ada permintaan pembayaran, semua dilakukan secara gratis. Ini adalah hasil pendekatan dari tokoh agama, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta dukungan dari TNI dan Polri,” jelasnya. Pilot yang disandera selama 19 bulan tersebut berhasil dibebaskan berkat upaya yang dihimpun dalam waktu yang panjang. Hadi menambahkan pentingnya keselamatan pilot menjadi prioritas utama dalam setiap perencanaan. “Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua,” ujar Hadi. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa pembebasan pilot berkebangsaan Selandia Baru ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap konflik yang terjadi di Papua. Dia memastikan bahwa pembangunan di wilayah tersebut akan tetap dilanjutkan. “Pembangunan di Papua akan terus berjalan dengan lancar demi kesejahteraan masyarakat. Jika ada gangguan kecil, TNI dan Polri akan mengawal,” ungkapnya. Hadi juga menyebutkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kasus ini mungkin akan diterapkan kembali jika terjadi situasi serupa di masa mendatang. “Iya,” ujarnya singkat. Sebelumnya, Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh OPM/KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya sejak Februari 2023, berhasil dibebaskan pada hari Sabtu, 21 September. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Bayu Suseno, menyampaikan bahwa pilot tersebut dijemput oleh tim gabungan di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga, dan langsung diterbangkan ke Mako Brimob Batalyon B di Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah dinyatakan sehat, Philip kemudian diterbangkan dari Timika ke Jakarta menggunakan pesawat TNI AU. Setibanya di Jakarta, Pilot Mehrtens diserahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Menko Polhukam Hadi Tjahjanto kepada Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Kevin Burnett, yang mewakili pemerintah negerinya. ANTARA