SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, PT PLN (Persero) telah berhasil menyambungkan listrik untuk 13.474 konsumen dari kalangan prasejahtera yang tinggal di berbagai daerah di Jawa Timur. Langkah ini diambil melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang merupakan inisiatif kolaboratif antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Komisi VII DPR RI, serta PLN. Program ini mencanangkan target untuk menjangkau sebanyak 26.605 rumah tangga kurang mampu di provinsi Jawa Timur hingga tahun 2024. Priyo Wurianto, yang merupakan Staf Ahli Direksi dari PT PLN, menegaskan komitmen PLN untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan akses listrik gratis bagi masyarakat yang layak. Priyo juga menyampaikan bahwa PLN siap bekerja sama dengan berbagai lembaga strategis dalam pelaksanaan program ini. Di Kabupaten Tuban, pada tahun 2024, terdapat 1.251 calon penerima bantuan BPBL, dengan Kecamatan Montong menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yaitu 420 pelanggan. Program BPBL diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Agus Kuswardoyo, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, mengungkapkan bahwa PLN akan berkolaborasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan keberhasilan program ini. Melalui BPBL, masyarakat yang tergolong tidak mampu dapat mendapatkan sambungan listrik dengan daya 900 VA untuk rumah tangga yang sebelumnya belum memiliki akses listrik namun terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Heru Setiawan, Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, menjelaskan bahwa program ini telah dimulai sejak 2022 dan akan berlanjut pada tahun 2024 dengan tujuan menjangkau 122.000 rumah tangga tidak mampu di seluruh Indonesia. Saat ini, rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 99,81 persen, yang merupakan perbandingan antara jumlah rumah tangga yang sudah mendapatkan akses listrik dan total jumlah rumah tangga yang ada. Heru menegaskan bahwa salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan rasio elektrifikasi serta memberikan akses listrik kepada masyarakat adalah melalui program BPBL ini. Salah satu penerima manfaat, Lasiman yang berusia 53 tahun dan berprofesi sebagai sopir, berasal dari Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Dia sangat bersyukur karena mendapatkan bantuan sambungan listrik secara gratis. Sebelumnya, ia harus mengandalkan sambungan listrik dari orang tuanya. Lasiman mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. "Terima kasih banyak atas bantuan listrik yang diberikan. Ini akan kami gunakan untuk kehidupan sehari-hari, sebelumnya saya mengambil listrik dari mertua saya," jelas Lasiman dengan penuh bahagia. ANTARA