JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan apresiasi kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang telah meluncurkan Direktorat Kejahatan terhadap Perempuan dan Anak serta Kejahatan Perdagangan Manusia. Sekretaris Kementerian, Titi Eko Rahayu, menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan dan operasional direktorat tersebut. Dalam keterangannya, Rahayu menekankan bahwa keberadaan unit penyidik baru ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus-kasus yang melibatkan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menambahkan, langkah ini juga bertujuan untuk memprioritaskan kepentingan serta kesejahteraan para korban. “Harapan kami adalah agar setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditangani dengan lebih cepat melalui satu komando yang komprehensif, yang memberikan pelayanan tepat sesuai kebutuhan. Kami berharap petugas yang ditugaskan dalam menangani kasus-kasus tersebut adalah orang-orang yang benar-benar peduli terhadap kepentingan perempuan dan anak,” ungkap Rahayu. Sebelumnya, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi mengangkat Brigadir Jenderal Desy Andriani sebagai direktur pertama di direktorat khusus ini. Pengangkatan ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko. Dalam pernyataan Polri yang diterima pada hari Minggu, 22 September, Andiko menjelaskan bahwa pembentukan direktorat dan penunjukan Andriani yang merupakan seorang perwira perempuan, menunjukkan komitmen Jenderal Prabowo untuk memberikan keadilan bagi perempuan, anak, dan kelompok-kelompok rentan lainnya. Sebelum menjabat sebagai direktur, Brigadir Jenderal Andriani merupakan psikolog kepolisian utama di Staf Kapolri untuk Sumber Daya Manusia. Keputusan pengangkatan ini sebelumnya dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri No. ST/2098-2101/IX/KEP./2024 yang ditandatangani pada 20 September 2024, yang menginstruksikan pemindahan 309 perwira polisi dengan pangkat menengah dan tinggi. ANTARA