BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Polda Aceh telah mengerahkan sebanyak 305 personel untuk mengamankan rapat pleno terbuka yang diselenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh. Pengamanan ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan keamanan dalam pelaksanaan acara tersebut. Menurut Direktur Samapta Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono, pengamanannya berlangsung di sebuah hotel yang berlokasi di Aceh Besar. Agenda utama dari rapat pleno ini adalah pengundian dan penetapan nomor urut bagi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Dalam Pilkada mendatang, wilayah Aceh akan diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan tersebut terdiri dari Muzakir Manaf dan Fadhullah, serta Bustami dan M Fadhil Rahmi. Rapat pleno ini juga dihadiri oleh para pendukung dari masing-masing calon, baik yang berasal dari partai pengusung, relawan, maupun tamu undangan lainnya. Elaborasi lebih lanjut mengenai pengamanan menunjukkan bahwa Polda Aceh juga menyiapkan sejumlah kendaraan lapis baja. Selain itu, petugas keamanan melakukan pemeriksaan ketat kepada setiap orang yang ingin memasuki gedung tempat rapat pleno berlangsung. Kombes Ery juga menegaskan bahwa keterlibatan personel dari berbagai unit sangat penting dalam pengamanan kali ini. Tim pengamanan terdiri dari Direktorat Samapta, Satuan Brimob, Direktorat Pengamanan Objek Vital, unit Lalu Lintas, serta tim penjinak bom. Tim penjinak bom khususnya ditugaskan untuk melakukan sterilisasi di seluruh area gedung agar memastikan tidak ada ancaman yang mengganggu jalannya rapat pleno. Tidak hanya bertanggung jawab untuk mengamankan rapat pleno terbuka ini, Polda Aceh juga memfokuskan perhatian pada pengamanan terhadap proses tahapan pilkada lainnya. Kegiatan yang perlu mendapatkan pengamanan meliputi deklarasi pilkada damai, kampanye, serta beberapa kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan Pilkada. Ery Apriyono menambahkan, pihak kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi-lokasi strategis lainnya, seperti Kantor KIP Aceh, Panwaslih Aceh, serta tempat penyelenggaraan pilkada lainnya. Semua ini dilakukan demi menjaga keamanan serta ketertiban selama tahapan pemilu. Pilkada Provinsi Aceh dijadwalkan akan digelar secara serentak pada tanggal 27 November 2024. Kegiatan ini tidak hanya meliputi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, tetapi juga meliputi pemilihan 18 bupati dan wakil bupati, serta lima wali kota dan wakil wali kota. ANTARA