**Borneonews - Beirut**, Wilayah timur dan selatan Lebanon telah menjalani serangkaian serangan udara yang intensif oleh Israel, tercatat sebanyak 80 kali hingga Senin pagi. Menurut laporan dari kantor berita lokal, NNA, serangan ini terjadi pada pukul 06:30 waktu setempat, atau 03:30 GMT, dan menyasar area sekitar kota Nabatieh serta tujuh pemukiman lain di wilayah timur Lebanon, termasuk Beqaa dan Hermel.
Dari laporan di lapangan, disebutkan bahwa salah satu serangan tersebut menghantam daerah Bawadi di Beqaa, yang mengakibatkan satu orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari, menyatakan bahwa serangan tersebut dilaksanakan berdasarkan informasi intelijen yang mendeteksi potensi peluncuran roket oleh kelompok Hizbullah menuju wilayah Israel.
Dalam pernyataannya, Hagari meminta agar warga sipil di desa-desa yang berdekatan dengan lokasi-lokasi militer Hizbullah, seperti tempat penyimpanan senjata, untuk segera meninggalkan area demi keselamatan mereka. Sebelumnya pada hari yang sama, IDF menginformasikan bahwa mereka telah melaksanakan serangan besar-besaran ke sejumlah fasilitas Hizbullah di Lebanon.
Pada hari Minggu, Hizbullah mengklaim bahwa pejuangnya telah menyerang kompleks industri militer Israel yang bernama Rafael, yang terletak di utara Haifa, sebagai retaliiasi atas serangkaian ledakan perangkat elektronik yang mereka tuduh dilakukan oleh Israel sebelumnya. Dalam insiden yang terjadi pada 17-18 September, sejumlah perangkat komunikasi yang meledak di berbagai lokasi di Lebanon dilaporkan menyebabkan 37 orang tewas dan lebih dari 3.000 orang terluka.
Penyebab dari ledakan tersebut masih menjadi misteri, meskipun Hizbullah dan pemerintah Lebanon menuding Israel sebagai biang keladi. Namun, Presiden Israel, Isaac Herzog, menepis isu keterlibatan negaranya dalam kejadian tersebut. Pada Rabu, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengumumkan dimulainya fase baru dalam strategi perang Israel, dengan penekanan pada front utara.
Di sisi lain, pada hari Jumat, serangan udara oleh Israel di wilayah selatan pinggiran kota Beirut dilaporkan menewaskan 45 jiwa, menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan Lebanon. IDF kemudian memastikan bahwa serangan itu menyebabkan tewasnya komandan senior Hizbullah, Ibrahim Aqil, bersama dengan 15 anggotanya yang lain.
ANTARA
Serangan Udara Israel Tewaskan Puluhan di Lebanon, 80 Kali Terjadi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







