**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Seorang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berasal dari Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yaitu Jaelani Sidik, mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya Aplikasi *Mobile JKN* atau Jaminan Kesehatan Nasional. Menurutnya, kesehatan merupakan hak asasi manusia yang sangat mendasar, yang berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari.
Jaelani, yang juga berfungsi sebagai Guru Bimbingan dan Konseling (BK), mengekspresikan bahwa perannya membuatnya lebih dekat dengan para siswa di sekolah. Ia meyakini bahwa proses pembelajaran akan berjalan dengan optimal hanya jika kesehatan baik terjaga, baik bagi pengajar maupun murid.
"Kesehatan harus selalu dijaga, karena dengan kondisi tubuh yang sehat, kita bisa menjalani kegiatan sehari-hari sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Hal ini juga berlaku bagi siswa, di mana kami berupaya memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat mengingat padatnya aktivitas di sekolah," jelas Jaelani.
Berbekal sosialisasi mengenai Program JKN yang diadakan oleh BPJS Kesehatan, Jaelani berinisiatif untuk memanfaatkan fitur skrining kesehatan yang tersedia dalam Aplikasi *Mobile JKN*. Ia percaya bahwa generasi muda saat ini lebih melek teknologi, dan ia tidak ingin tertinggal dalam mendapatkan informasi serta memanfaatkan layanan publik yang kini lebih mudah diakses secara digital, seperti layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.
Jaelani mengandalkan teknologi untuk mendukung akses pelayanan kesehatan. Salah satu fitur yang sangat membantunya adalah skrining kesehatan, yang berguna untuk mendata dan mengetahui risiko kesehatan para siswa.
"Banyak siswa di sini sudah memiliki *smartphone* karena selama pandemi, pembelajaran dilakukan secara *online*. Oleh karena itu, penting bagi seluruh kalangan, termasuk pelajar, untuk memahami pelayanan digital ini agar pemanfaatannya bisa dilakukan secara optimal," ungkapnya.
Terdaftar di Klinik Rabbani Medika, Jaelani juga sering menggunakan sistem antrean *online* ketika hendak berobat. Hal ini terbukti sangat efektif dalam memperpendek waktu tunggu di fasilitas kesehatan. Ia berbagi pengalaman ketika mengurus administrasi kontrol kesehatan orang tuanya setelah menjalani operasi mata di Rumah Sakit Husada. Melalui *smartphone*nya, Jaelani bisa mengambil nomor antrean sehari sebelum jadwal kontrol, sehingga orang tuanya dapat berobat tepat waktu sesuai dengan jam yang tertera dalam Aplikasi *Mobile JKN*.
"Dikarenakan orang tua sudah sepuh dan kurang familiar dengan teknologi digital, saya berinisiatif untuk membantu mereka dalam mengambil nomor antrean agar tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit," ujar Jaelani.
Ia merasa sangat bersyukur dengan adanya Program JKN yang memberikan kemudahan dalam melakukan pengobatan, di mana biaya ditanggung penuh oleh pemerintah. Ia juga merasakan perbaikan dalam akses pelayanan kesehatan.
"Meskipun saya belum pernah menggunakan JKN untuk berobat ke rumah sakit, saya sangat bersyukur karena bisa membantu orang lain yang membutuhkan melalui program ini," tambahnya.
Dari pengalamannya, Jaelani mengakui bahwa Program JKN sangat penting dan terlihat nyata di sekitarnya; banyak orang yang merasa terbantu ketika berobat tanpa kekhawatiran akan biaya. Ia menekankan pentingnya memastikan kepesertaan aktif dengan membayar iuran tepat waktu setiap bulan untuk menjaga perlindungan kesehatan sebelum timbul penyakit.
Di era digital seperti sekarang, Jaelani menyadari bahwa semua harus bergerak cepat, begitu pula pelayanan yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan. Dengan menyediakan kanal layanan digital yang bisa diakses secara mandiri, peserta semakin dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ia berharap bahwa kemudahan yang dirasakannya melalui layanan digital ini dapat juga diperoleh oleh masyarakat luas. Semakin banyak yang memahami, semakin optimal pula pemanfaatan pelayanan yang ada, sehingga semakin banyak peserta yang merasa puas dengan Program JKN yang dihadirkan.
ANTARA
Guru Cibinong Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk Kesehatan Siswa
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Komentar (0)
Memuat komentar…







