KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Pemerintah Daerah Kolaka Timur (Koltim) berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kolaka, yang terletak di Sulawesi Tenggara, baru-baru ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau *Memorandum of Understanding* (MoU). Kerja sama ini difokuskan pada pengelolaan desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Koltim. Pada kesempatan tersebut, Bupati Koltim, Abd Azis, hadir bersama pejabat Forkopimda. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan sinergi antara desa-desa dalam program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Abd Azis menegaskan harapannya agar kerja sama ini dapat memperkuat kolaborasi dan memaksimalkan penggunaan sumber daya yang ada. Dengan demikian, para kepala desa akan lebih efektif dalam mengelola berbagai kegiatan desa, termasuk aspek administrasi yang sering kali menjadi tantangan. Bupati menambahkan bahwa meskipun para kepala desa di Kolaka Timur sudah cukup baik dalam mengelola kegiatan di desa mereka, masih ada kesempatan untuk memperbaiki pemahaman mereka mengenai administrasi keuangan. Dalam hal ini, penandatanganan MoU diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola keuangan dan aset desa secara lebih efisien. Dalam penjelasannya, Abd Azis juga mengungkapkan bahwa berkat kerja sama yang solid dengan berbagai pihak, dana transfer dari pemerintah pusat ke Pemda Koltim pada tahun 2025 diproyeksikan akan mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu mencapai Rp925 miliar. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp650 miliar dan tahun 2024 yang mencapai Rp750 miliar. Kajari Kolaka, Herlina Rauf, juga menyampaikan pendapatnya tentang pentingnya aspek legalitas dalam setiap kerja sama yang dibangun antara desa. Ia berharap, dengan adanya perjanjian ini, langkah-langkah yang diambil akan lebih terarah dan mematuhi peraturan hukum yang berlaku. Rauf mengungkapkan dukungannya terhadap inisiatif yang sejalan dengan Program Nawacita, yang bertujuan untuk mendorong sembilan perubahan penting di Indonesia. Sebagai penutup, acara penandatanganan MoU tersebut diakhiri dengan sesi diskusi yang melibatkan perwakilan desa. Diskusi ini bertujuan untuk merumuskan program-program konkrit yang akan dilaksanakan dalam kerangka kerja sama ini. Diharapkan, inisiatif tersebut bisa memberikan dampak positif dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kolaka Timur di masa depan. ANTARA