PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang mencakup lebih dari 1,9 juta pemilih. DPT ini terdiri dari pemilih yang tersebar di 136 kecamatan, 1.571 desa dan kelurahan di seluruh 14 kabupaten dan kota di Kalteng. Ketua KPU Kalteng, Sastriadi, mengungkapkan bahwa jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang terbentuk mencapai 4.446, dengan total pemilih yang terdaftar sebanyak 1.960.053. Dari jumlah tersebut, tercatat 1.006.845 adalah pemilih laki-laki dan 953.208 pemilih perempuan. Penetapan DPT ini menjadi awal dari tahapan kampanye Pilkada Kalteng 2024. Sastriadi berharap agar masyarakat Kalimantan Tengah dapat memanfaatkan momen ini untuk lebih mengenal para calon pemimpin mereka dan dapat menentukan pilihan yang tepat demi masa depan daerah. Sebelum masa kampanye dimulai, KPU juga merencanakan untuk mengadakan deklarasi kampanye damai. Deklarasi ini akan diselenggarakan oleh semua KPU kabupaten/kota serta KPU provinsi di Kalteng. Untuk KPU Provinsi Kalteng sendiri, acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24 September 2024 di Bundaran Besar Palangka Raya. Saat ini, KPU Kalteng telah menetapkan empat pasangan bakal calon yang telah mendaftar sebagai peserta dalam pemilihan kepala daerah pada tahun 2024. Seluruh pasangan kandidat tersebut telah memenuhi syarat untuk berkompetisi dalam pemilihan mendatang setelah melewati berbagai tahapan. Sastriadi mencatat bahwa proses pencalonan belum sepenuhnya selesai, karena masih ada satu tahapan yang perlu dilaksanakan, yaitu pengundian dan pencabutan nomor urut calon. Acara ini direncanakan berlangsung pada hari Senin di kantor KPU Kalteng dan dihadiri oleh para pasangan calon, tim kampanye, serta pihak lain yang diundang. Keempat pasangan calon yang akan bertanding dalam Pilkada kali ini meliputi Abdul Razak dan Sri Suwanto, yang didukung oleh Partai Golkar, Partai Perindo, Partai Buruh, Partai Ummat, serta Partai Gelora. Pasangan kedua adalah Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, yang mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra, PKS, PAN, PKN, dan PSI. Pasangan ketiga, Willy M Yoseph dan Habib Ismail bin Yahya, didukung oleh Partai Nasdem, PKB, dan PBB. Dan pasangan terakhir adalah Nadalsyah Koyem dan Supian Hadi, yang didukung oleh PDI-P, Partai Demokrat, Partai Hanura, dan PPP. ANTARA