**Borneonews - Gresik**, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya yang terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari Senin untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meresmikan *smelter* milik PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Gresik.
Menurut informasi resmi yang dikeluarkan oleh Biro Pers Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi melaksanakan kunjungan ini setelah sebelumnya meresmikan *smelter* tembaga dan fasilitas pemurnian logam mulia milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada hari yang sama.
Presiden Jokowi berangkat menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penerbangan dimulai sekitar pukul 13.20 WITA dan ia tiba di Jawa Timur pada pukul 13.15 WIB. Saat kedatangannya, Presiden disambut oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto, Pangkoarmada II Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo, dan beberapa pemimpin militer serta kepolisian setempat.
Setelah melakukan serangkaian sambutan, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik JIIPE dengan menggunakan mobil untuk menuju lokasi *smelter* milik PT Freeport Indonesia.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyampaikan bahwa Presiden Jokowi juga dijadwalkan untuk meresmikan injeksi bauksit perdana *Smelter Grade Alumina Refinery* (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia yang berada di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, pada pagi hari Selasa (24/9).
Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa PT Freeport Indonesia telah beroperasi selama 55 tahun tanpa membangun fasilitas *smelter*, meskipun hasil tambang, seperti tembaga dan emas, sangat berharga. "Karena yang di sana itu bukan hanya tembaga, ada barang yang lain yang harganya lebih tinggi, yaitu emas," tegasnya saat membuka Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXII dan Seminar Nasional 2024 yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (19/9).
Melalui pembangunan *smelter* di Gresik, harapan pemerintah adalah mampu menghitung potensi emas yang hilang dari Indonesia selama ini.
ANTARA
Joko Widodo Resmikan Smelter Freeport di Gresik, Harapan Baru untuk Emas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
Komentar (0)
Memuat komentar…







