JAKARTA –
**Borneonews - Bekasi** Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan pusat data nasional baru (PDN) yang berlokasi di Bekasi. Selain itu, rencana juga akan dilakukan pembangunan dua pusat data lainnya di Batam dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto. Dalam sebuah pertemuan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Tjahjanto menjelaskan bahwa pusat data yang baru akan dikelola oleh lembaga layanan publik di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penguatan keamanan data akan menjadi prioritas utama melalui penerapan teknologi *enkripsi* yang canggih serta penerapan sistem keamanan berlapis. Menteri Tjahjanto menegaskan bahwa keberadaan pusat data ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan data di Indonesia dan mendukung pemerintah dalam mengkonsolidasikan pembangunan nasional. Ia melaporkan kepada anggota dewan bahwa progres pembangunan PDN di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat telah mencapai 83 persen, dengan target mulai beroperasi pada tahun 2026. Mengenai rencana pembangunan PDN di Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, pemerintah saat ini sedang dalam proses pemilihan konsultan pengawas. Sementara itu, untuk pusat data ketiga yang akan dibangun di IKN, lokasi yang tepat masih sedang disiapkan oleh Otoritas IKN. Rencana untuk menentukan lokasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dengan mengundang pihak Otoritas IKN. Lebih lanjut, Tjahjanto menjelaskan bahwa Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dilibatkan dalam setiap fase pengembangan pusat data baru ini. Ia juga mengakui, bahwa peralihan dari pusat data nasional sementara ke permanen akan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Hal ini memerlukan penggunaan teknologi yang relevan dan terkini. Menteri menambahkan, transisi ini tidak akan berjalan mulus, mengingat risiko keamanan yang mungkin muncul selama proses migrasi data. Penting untuk memastikan setiap langkah integrasi dilakukan dengan cermat agar tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh peretas. Dalam hal ini, pemerintah juga sedang berkoordinasi dengan mitra domestik dan internasional untuk memastikan bahwa PDN dilengkapi dengan teknologi terbaik yang mampu mengantisipasi potensi serangan siber. ANTARA