JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengekspresikan harapan agar calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta memberikan perhatian yang serius terhadap kesejahteraan seniman daerah. DKJ meminta komitmen dari para calon pemimpin dalam mengembangkan dan melestarikan budaya seni yang ada. Wakil Ketua 1 DKJ, Hasan Aspahani, menyampaikan harapannya agar ada tiga poin utama yang dapat diperhatikan oleh cagub-cawagub Jakarta dalam konteks kesenian. Pertama, pentingnya penyelenggaraan dana abadi kebudayaan; kedua, dukungan melalui regulasi; dan ketiga, penguatan kelembagaan yang terkait dengan seni. Hasan menegaskan bahwa dengan dukungan peraturan yang lebih robust, bukan hanya seniman yang akan diuntungkan, tetapi juga keberhasilan Jakarta sebagai kota global yang diimpikan tidak akan tercapai jika kebudayaan tetap diperlakukan ragu-ragu. Saat diwawancarai dalam konferensi pers Dialog Publik Seni yang diadakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Hasan menegaskan pentingnya perubahan mindset terhadap seni. Ia menyatakan bahwa seni seharusnya tidak hanya dipandang sebagai urusan sampingan, melainkan sebagai elemen vital dalam kehidupan masyarakat. Di akhir dialog tersebut, DKJ, yang bertindak sebagai penyelenggara, menyerahkan dokumen strategi kebudayaan kepada masing-masing pasangan calon. Dokumen ini berisi temuan dan rekomendasi yang diharapkan dapat membantu calon pemimpin dalam mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh seniman dan komunitas seni di Jakarta. Ketua Harian DKJ, Bambang Prihadi, menambahkan bahwa inisiatif acara ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah agar lebih mendukung dan meningkatkan sektor seni di Jakarta. Dia menyatakan bahwa para pemimpin Jakarta diharapkan tidak hanya terlibat dalam urusan administratif, tetapi benar-benar aktif dalam memajukan seni sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat. Bambang berharap acara ini bisa menjadi forum rutin yang diadakan setiap lima tahun menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sehingga interaksi antara seniman dan pemerintah dapat terjalin dengan baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, keberadaan seni dan budaya di Jakarta dapat terus berkembang dan mendapatkan tempat yang semestinya dalam masyarakat. ANTARA