JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Waduk Jatiluhur. Ia menganggap penting untuk membangun waduk tambahan guna memastikan ketersediaan air bersih di wilayah ibu kota. Pramono menyatakan, "Waduk Jatiluhur saja sudah tidak memadai. Ini adalah masalah yang kompleks. Seperti yang sudah disampaikan, kita memang memerlukan waduk lain." Menurut dia, saat ini terdapat proyek pembangunan waduk baru yang terletak di Banten yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi Jakarta. "Tidak mungkin kita hanya mengandalkan satu sumber," tambahnya. Pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi telah membuktikan efisiensi dalam mengurangi risiko banjir, namun masalah air bersih di Jakarta tetap belum teratasi. Pramono menyampaikan hal ini usai menghadiri dialog publik mengenai seni, yang mempertemukan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta untuk tahun 2024 di Taman Ismail Marzuki. "Walaupun pemerintah telah mengembangkan Waduk Ciawi dan Sukamahi serta melakukan perbaikan pada sodetan dan pemasangan pompa di Sentiong, kami telah memperbaiki 13 aliran sungai, tetapi tantangan untuk menyediakan air bersih masih ada," tambahnya. Dia menegaskan bahwa diperlukan inovasi baru dalam menyelesaikan permasalahan air bersih di Jakarta. "Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada Waduk Jatiluhur. Kita harus mencari terobosan baru untuk menciptakan sumber air bersih di Jakarta," ujarnya. Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan air tanah. Ia berpendapat bahwa pipanisasi yang baik juga diperlukan untuk kelangsungan pasokan air bersih. "Penggunaan air tanah harus dikendalikan dengan ketat. Kita harus memastikan pipanisasi dilakukan dengan efektif untuk mengoptimalkan sumber air bersih. Jika tidak, dalam waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan, kita bisa menghadapi masalah serius dalam hal pasokan air bersih," tukasnya. ANTARA