JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengumumkan berbagai strategi yang dirancang untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang perayaan hari besar keagamaan, termasuk *Natal* 2024 dan *Tahun Baru* 2025. Dalam upaya ini, Kemendag menekankan pentingnya pengelolaan harga agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik dari Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Sri Sugy Atmanto, menjelaskan bahwa langkah pertama yang diambil adalah dengan melakukan optimalisasi pemantauan harga. Pemantauan ini akan dilakukan secara *real time* melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Dengan sistem ini, Kemendag berharap dapat memonitor pergerakan harga bahan pangan secara lebih efisien dan responsif. Selain itu, kemendag juga akan berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, guna bersama-sama menanggulangi inflasi yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi di berbagai daerah. Upaya kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan sarana perdagangan, termasuk pasar, sehingga dapat mendukung distribusi bahan pokok secara merata. Untuk memastikan kebutuhan bahan pokok seperti beras, gula pasir, dan hewan ternak dapat terdistribusi dengan baik, Kemendag melakukan pengamanan distribusi yang menyasar wilayah-wilayah, termasuk daerah terpencil dan terluar. Ini adalah langkah penting untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses terhadap bahan pangan yang cukup. Kemendag juga telah merencanakan pelaksanaan pasar murah bersama Badan Pangan Nasional, yang bertujuan untuk menyediakan pasokan bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat di beberapa lokasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok selama perayaan. Lebih lanjut, Kemendag juga mengusulkan agar selama periode angkutan *Natal* dan *Tahun Baru*, beberapa barang strategis dapat tetap didistribusikan dengan lancar. Usulan tersebut mencakup prioritas dalam proses bongkar muat barang di pelabuhan, serta sosialisasi mengenai kebijakan pembatasan angkutan barang. Kemendag mengingatkan kepada pemilik barang yang akan diangkut untuk mempersiapkan surat muatan, agar tidak terjadi kendala yang dapat menghambat proses distribusi. “Harapannya, tidak ada barang yang terhambat perjalanannya akibat kurangnya dokumen yang dibutuhkan. Ini penting agar arus lalu lintas, baik orang maupun barang, dapat berjalan dengan baik selama masa libur ini,” tegasnya. Dengan upaya-upaya tersebut, Kemendag berharap dapat menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama hari raya. ANTARA