PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengajak seluruh guru di wilayah Kalimantan Barat untuk melakukan perombakan dalam metode pengajaran yang selama ini dianggap monoton. Harisson menekankan pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran agar para siswa dapat belajar dengan semangat dan tidak merasa tertekan oleh suasana belajar yang kaku. Menurut Harisson, sangat penting bagi para guru untuk melakukan pembaruan dalam setiap pendekatan pengajaran. Ia menyebutkan bahwa metode yang itu-itu saja hanya akan membuat siswa merasa jenuh. Oleh karena itu, ia berharap para guru dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, sehingga materi pelajaran dapat lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam kesempatan itu, Harisson juga berbagi pengalamannya sendiri tentang metode *Gasing* (Gampang, Asik, dan Menyenangkan) yang diciptakan oleh Prof. Yohanes Surya. Ia meyakini bahwa metode ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, bahkan dalam subjek yang dianggap sulit seperti matematika. “Dengan pendekatan *Gasing*, siswa kelas empat SD mampu memahami konsep integral dan trigonometri, yang biasanya diajarkan di tingkat SMA. Ini menunjukkan bahwa penggunaan metode yang menyenangkan dapat mempercepat pemahaman siswa,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa belajar dengan cara yang inovatif dan menyenangkan tidak hanya terkait dengan teknik pengajaran semata, melainkan juga berfokus pada penciptaan semangat dan motivasi untuk belajar dalam diri siswa. Harisson menegaskan bahwa metode pengajaran yang interaktif dan dilengkapi dengan permainan dapat membantu siswa dalam memahami materi lebih cepat. Jika para guru berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, maka kemajuan siswa akan terlihat secara nyata. Di samping itu, Harisson menyatakan kebanggaannya berada di tengah-tengah para guru di Kalimantan Barat. Ia menganggap profesi guru sebagai salah satu yang paling mulia. Melalui dedikasi para pendidik, generasi penerus bangsa memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. “Saya merasa beruntung bisa berada di antara para guru yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Melalui usaha bapak dan ibu guru, anak-anak bisa belajar membaca, menulis, dan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk pahala yang akan terus mengalir,” ungkapnya dengan penuh rasa haru. Harisson juga membahas pentingnya peran negara dalam menjamin kesejahteraan guru. Ia menekankan bahwa pemerintah selalu berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan para pendidik. Namun, ia juga mengingatkan bahwa para guru dituntut untuk berkomitmen dalam peningkatan kualitas pendidikan. “Negara memang memiliki tanggung jawab besar untuk kesejahteraan guru, namun guru juga harus memberikan mutu pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang baik merupakan fondasi fundamental bagi kemajuan suatu bangsa,” tegasnya. ANTARA