**Borneonews - Pariaman**, Pemerintah Kota Pariaman, yang terletak di Sumatera Barat, telah mengajukan usulan untuk pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2024 sebesar Rp663,3 miliar. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sekitar Rp6,5 miliar dibandingkan dengan APBD sebelumnya yang tercatat mencapai Rp656,8 miliar.
Penjabat Wali Kota Pariaman, Roberia, menjelaskan bahwa pendapatan yang diusulkan tersebut akan diperoleh melalui berbagai sumber, seperti pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang telah dipisahkan, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Selain itu, pendapatan transfer dan estimasi penerimaan lainnya juga turut berkontribusi dalam total pendapatan tersebut.
Sementara itu, Roberia juga mengungkapkan bahwa belanja daerah pada APBD-P 2024 diusulkan mengalami penurunan. Rencana belanja sebelumnya yang mencapai Rp685,3 miliar kini diusulkan menjadi Rp669,7 miliar, yaitu pengurangan sebesar Rp15,6 miliar.
Pengusulan anggaran ini disampaikan melalui rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang dibacakan di hadapan anggota DPRD setempat pada tanggal 22 September. Roberia menambahkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari amanat yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 mengenai pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2023 tentang penyusunan APBD tahun 2024.
Roberia berharap bahwa rancangan perubahan KUA dan PPAS ini dapat dibahas secara mendalam dan disepakati bersama antara Pemkot Pariaman dan DPRD setempat, untuk menghasilkan nota kesepakatan yang jelas mengenai perubahan tersebut. Ia meyakini bahwa hasil dari pembahasan ini nantinya akan berkontribusi terhadap kemajuan pembangunan serta peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Pariaman.
Di sisi lain, Pemkot Pariaman juga mengharapkan dukungan dari DPRD untuk mengakomodasi pelunasan utang pemerintah daerah yang kini tinggal tersisa sekitar Rp2 miliar, yang merupakan kurang dari 20 persen dari total hampir Rp15 miliar utang yang ada pada tahun ini. Roberia menegaskan bahwa utang tersebut menjadi tantangan bagi dirinya dan seluruh warga Pariaman.
Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna Istimewa, di mana terjadi peresmian serta pengambilan sumpah Ketua dan Wakil Ketua DPRD Pariaman untuk periode 2024-2029. Dalam rapat tersebut, Pemkot Pariaman dan DPRD setempat juga membahas mengenai APBD Perubahan 2024, yang mana rincian KUA dan PPAS dibacakan satu hari setelah pertemuan itu.
ANTARA
Pemkot Pariaman Usulkan APBD-P 2024 Sebesar Rp663,3 Miliar
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







