SEMARANG –
**Borneonews - Pati**, Kepolisian Resor Kota Pati, Jawa Tengah, mengonfirmasi bahwa akses Jalan Pantura di wilayah Pati kini telah kembali lancar setelah sebuah kecelakaan yang melibatkan dua truk tronton dan satu bus penumpang berhasil dievakuasi. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Senin. Menurut Keterangan dari Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Asfauri, evakuasi terhadap semua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah selesai dilakukan pada pukul 12.30 WIB. Dengan penanganan yang cepat, arus lalu lintas di lokasi kejadian sudah tanpa hambatan, dan semua jenis kendaraan dapat melintas dengan aman. Meski kondisi jalan telah normal, Kompol Asfauri mengimbau kepada pengemudi yang melalui Jalan Pantura Pati untuk tetap berhati-hati. Ia mengingatkan akan pentingnya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Di samping itu, ia juga menyarankan agar pengemudi beristirahat jika telah mengemudi selama empat jam. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi mengantuk yang dapat menurunkan konsentrasi saat berkendara. Kecelakaan tragis di Jalan Pantura Pati terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, dan melibatkan Bus Surya Bali dan dua truk tronton di Desa Jembangan, Kecamatan Batangan. Dalam insiden itu, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Dari keterangan yang ada, kecelakaan berawal saat Bus Surya Bali dengan nomor polisi DK 7207 AC yang membawa 30 penumpang melaju dari arah timur ke barat. Secara bersamaan, sebuah truk fuso bernomor polisi P 9339 OB melaju dari arah yang berlawanan, diikuti oleh truk tronton bernomor polisi L 8899 UQ. Saat tiba di lokasi kejadian, bus yang dikemudikan oleh seorang sopir dari Kudus tersebut melaju terlalu ke arah kanan, sehingga menghantam bagian kanan belakang truk fuso. Dampak tabrakan ini mengakibatkan bus tersebut kembali menabrak truk tronton yang berada di belakangnya. Dari enam korban yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan ini, terdapat sopir bus dan kernet, serta tiga penumpang, termasuk sopir dari truk tronton. Selain itu, enam orang lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Keluarga dari para korban yang meninggal telah mengambil jenazah untuk dimakamkan di daerah asal mereka. Pihak Polresta Pati saat ini masih melanjutkan penyelidikan guna menentukan penyebab sopir bus mengalami kelelahan, terutama apakah hal tersebut disebabkan oleh kurangnya waktu istirahat atau faktor jam kerja yang berlebihan. Di antara korban yang meninggal, sopir truk L 8899 UQ adalah Ahmad Suwandi dari Kabupaten Gresik, sopir bus bernama Ali Imron asal Kudus, serta beberapa penumpang yang berasal dari Kudus, Jepara, dan Pati. ANTARA