MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) telah mengumumkan bahwa omzet yang diperoleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024 mencapai angka sekitar Rp3 miliar. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sumut, Naslindo Sirait, mengungkapkan bahwa pencapaian omzet tersebut telah memenuhi target yang telah ditetapkan sebelumnya. Dia menjelaskan bahwa kontribusi terbesar dalam pendapatan berasal dari sektor kuliner, diikuti oleh penjualan pakaian dan barang cinderamata, wastra, serta produk lainnya. Naslindo melanjutkan bahwa pendapatan tersebut melibatkan 500 UMKM yang ikut serta dalam berbagai kegiatan seperti festival, bazar, dan acara tambahan. Daerah yang berperan dalam pencapaian ini termasuk Kota Siantar, Kabupaten Kota, Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang. Secara keseluruhan, PON ini memberikan dampak positif bagi peningkatan penjualan. Naslindo menegaskan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas UMKM dalam menghadapi tantangan di masa depan. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan kurasi sesuai dengan kebutuhan acara yang diadakan. Dalam pandangannya, langkah ini penting agar UMKM yang berpartisipasi dalam berbagai pagelaran dapat meningkatkan daya jual mereka, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan perekonomian lokal. Di sisi lain, Naslindo mencatat bahwa transaksi dengan menggunakan *Quick Response Code Indonesian Standard* (QRIS) juga menunjukkan hasil yang baik, meskipun masih ada beberapa pembayaran yang dilakukan secara manual. Upaya peningkatan penggunaan pembayaran digital terus dilakukan untuk para pelaku UMKM. Hingga saat ini, penggunaan QRIS dalam kalangan pelaku usaha masih mencapai 40 persen dari total 1,1 juta UMKM yang terdaftar. Pemprov Sumut menargetkan bahwa pada akhir tahun 2024, 60 hingga 70 persen dari UMKM akan menggunakan QRIS, dengan harapan mencapai 80 persen pada tahun 2025. ANTARA