JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Seorang Dokter Konsultan Laktasi dan Konselor *MPASI*, dr. Nurmaulidia, IBCLC, CIMI, menekankan bahwa penerapan air susu ibu (ASI) eksklusif sangatlah penting selama 1.000 hari pertama kehidupan seorang bayi. Dalam sebuah rilis pers, dirinya menyampaikan informasi tersebut pada hari Senin lalu. Ia menjelaskan bahwa ASI eksklusif berperan sangat krusial dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI tidak hanya menyediakan nutrisi yang seimbang dan lengkap, tetapi juga mengandung berbagai faktor imunologis yang sangat dibutuhkan, seperti antibodi, sel-sel imun, serta protein-protein khusus yang memiliki fungsi penting. Rentang waktu 1.000 hari pertama kehidupan bayi mencakup masa kehamilan dan dua tahun pertama setelah dilahirkan, di mana ASI memiliki peran sentral dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang optimal. Nurmaulidia menambahkan bahwa keberadaan ASI eksklusif sangat vital bagi kesehatan dan kesejahteraan bayi secara keseluruhan. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dapat menurunkan risiko kematian bayi akibat infeksi hingga 13 persen. Sebaliknya, bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko tinggi mengalami infeksi saluran cerna hingga 36 persen dan infeksi saluran napas bawah sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI. Untuk memastikan keberhasilan proses menyusui, penting bagi para ibu untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup serta dukungan dalam upaya memproduksi ASI yang berkualitas dan dalam jumlah yang memadai. Nurmaulidia menekankan bahwa penggunaan produk alami untuk melancarkan produksi ASI, yang mengandung bahan-bahan seperti daun katuk dan ikan gabus, telah terbukti efektif. Daun katuk diketahui dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dan oksitosin yang essensial untuk produksi ASI yang optimal. Sementara itu, ikan gabus memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas ASI. Kombinasi dari kedua bahan alami ini tidak hanya membantu meningkatkan produksi ASI, tetapi juga dapat mengurangi tingkat stres yang sering kali menjadi penghalang dalam proses menyusui. Sebagai salah satu alternatif bagi ibu menyusui untuk mendukung pengeluaran ASI yang optimal, terdapat produk bernama Herba Asimor. Produk ini menggabungkan bahan-bahan alami, di antaranya daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Manajer Merek Herba Asimor, Devi Eliya, menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan bahan alami seperti daun katuk dan daun torbangun yang diolah menjadi fraksi galatonol, serta ikan gabus yang diproses menjadi fraksi Striatin melalui pemanfaatan teknologi *Advanced Fractination Technology* (AFT), Herba Asimor diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kepercayaan diri lebih bagi ibu-ibu yang sedang menyusui. ANTARA