SURABAYA –
**Borneonews - Tulungagung**, Satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden keracunan massal yang terjadi setelah konsumsi nasi pada acara hajatan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Selain itu, puluhan orang lainnya harus mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan setempat. Kapolsek Sumbergempol, AKP Tri Nuartiko, menginformasikan bahwa korban meninggal dunia pada pagi hari Minggu, 22 September, setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Binti Tri Wahyuni, seorang perempuan berusia 55 tahun yang merupakan warga Dusun Pasir, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol. Bersama Binti, belasan warga lain yang turut menyantap nasi berkat yang dibawa dari acara hajatan di Desa Dayu, Kabupaten Blitar, juga mengalami gejala yang sama dan harus dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, keadaan mereka sudah menunjukkan perbaikan. Tujuh di antaranya masih dirawat inap, sedangkan beberapa lainnya sudah diizinkan pulang dan menjalani perawatan jalan. Kepala Puskesmas Sumbergempol, dr. Sigit Jaka, menyatakan bahwa secara umum, kondisi para pasien yang dirawat sudah membaik. Namun, ia juga menegaskan bahwa pendataan mengenai jumlah total warga yang terdampak keracunan masih berlangsung. Kejadian keracunan massal ini berawal pada hari Jumat, 20 September, ketika sekelompok warga Dusun Pasir mengikuti acara hajatan keluarga di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Blitar. Setelah acara, mereka membawa pulang 20 paket nasi berkat yang kemudian dibagikan kepada 20 keluarga di Desa Junjung. Beberapa jam setelah mengonsumsi nasi tersebut, warga mulai mengalami gejala keracunan, termasuk mual, muntah, dan diare. Situasi ini memaksa belasan warga untuk dilarikan ke rumah sakit maupun puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi beserta tim medis segera mengadakan langkah mitigasi kesehatan ketika mendapati keadaan darurat tersebut. Mereka mengambil sampel makanan berkat yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diuji di laboratorium kesehatan di Surabaya. Kapolsek Tri Nuartiko mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Nglegok dari Polres Blitar untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai kasus keracunan ini. Dari informasi yang sementara dikumpulkan, keracunan ini hanya dialami oleh rombongan warga dari Desa Junjung yang mengonsumsi nasi berkat. Sementara itu, tidak ada laporan keracunan yang diterima dari warga Desa Dayu yang juga ikut dalam acara hajatan tersebut. ANTARA