YOGYAKARTA –
**Borneonews - Bantul**, Pemerintah Kabupaten Bantul yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta sedang berupaya untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap kesenian tradisional. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyelenggarakan Festival Jathilan Bantul 2024, yang berlangsung baru-baru ini. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari festival ini adalah untuk melestarikan budaya lokal dan menumbuhkan kecintaan generasi muda pada seni tradisional. Hal ini diutarakannya dalam sebuah keterangan resmi yang disampaikan di Bantul, pada hari Senin. Menurut Yanatun, dengan kehadiran rasa cinta dan memiliki terhadap kesenian tersebut, generasi muda akan lebih berkomitmen untuk merawat serta melestarikan seni jathilan. Ia menekankan bahwa jathilan merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dan sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang perlu dijaga dan dipertahankan. Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kesenian tradisional. Festival Jathilan Bantul ini merupakan hasil kerja sama dengan Forum Komunitas Jathilan Bantul (FKJB) dan digelar selama dua hari, tepatnya pada tanggal 21 dan 22 September. Kegiatan ini didukung oleh anggaran Dana Keistimewaan (Danais) dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival ini diikuti oleh 17 perwakilan kecamatan yang saling menampilkan kesenian jathilan secara bergantian. Setiap penampilan memiliki durasi sekitar lima menit. Penampilan pertama dimulai dengan peserta dari Kecamatan Banguntapan yang menggunakan kostum yang menarik perhatian. Sementara itu, peserta dari Kecamatan Jetis tampil mengenakan kostum tradisional dengan sorban putih, mengingatkan pada kostum para wali. Seluruh penampilan jathilan selama festival dinilai oleh dewan juri dengan beberapa kriteria penilaian. Kriteria tersebut meliputi *unity* atau kesatuan dalam penyajian, harmoni, daya tarik, dan kreativitas dari setiap penampilan. Diharapkan dengan adanya festival ini, kesenian tradisional dapat terus hidup dan berkembang di kalangan generasi penerus. ANTARA