MANOKWARI –
**Borneonews - Manokwari**, Pemerintah Kabupaten Manokwari, yang terletak di Papua Barat, saat ini sedang berupaya untuk memberikan dukungan pendanaan guna menyelesaikan pembangunan Pasar Sanggeng. Proyek yang saat ini dikerjakan oleh Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Papua Barat ini, mengalami kekurangan dana yang cukup signifikan, sekitar Rp40 miliar. Bupati Manokwari, Hermus Indou, dalam pernyataannya di Manokwari, menyebutkan bahwa perhatian perlu diberikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik dari Pemkab Manokwari maupun dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. Ia mengungkapkan, "Pemkab Manokwari akan mencoba membantu penganggaran Pasar Sanggeng melalui APBD Perubahan 2024." Saat ini, progres pembangunan inti dari Pasar Sanggeng telah mencapai 90 persen, dan proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, ada beberapa item pekerjaan, seperti pengadaan pagar dan *landscape* pasar, yang tidak dapat terakomodasi dalam anggaran yang telah disediakan oleh APBN. Situasi ini mendorong Pemkab Manokwari untuk mengambil langkah dengan mengalokasikan dana dari APBD. Bupati Indou berharap jika Pemkab Manokwari bisa memberikan anggaran tambahan, PT Nindya Karya tetap menjadi kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Menurutnya, "Nindya Karya sebagai kontraktor BUMN nasional memiliki reputasi yang baik, oleh karena itu kualitas hasil pekerjaan mereka juga sangat bagus. Kita harus memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Menjaga kualitas berarti juga menjaga wibawa pemerintah di mata publik." Kepala Seksi Wilayah II BPPW Papua Barat, Piter Boro, menjelaskan bahwa total anggaran awal untuk proyek Pasar Sanggeng adalah Rp148 miliar. Namun, saat proses pengerjaan, diperkirakan ada kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp40 miliar disebabkan oleh perubahan dimensi tiang pancang. Piter Boro menambahkan, kekurangan dana ini muncul karena perencanaan semula mengestimasi kedalaman tiang pancang antara 12-14 meter. Namun, kenyataannya kedalaman tiang pancang harus mencapai 18-20 meter. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan yang dihadapi dalam melakukan penyelidikan tanah di area pasar yang sedang aktif, di mana konsultan hanya mampu mengambil sampel tanah dari lokasi di luar kawasan pasar. "Kekurangan anggaran ini sangat signifikan. Dengan anggaran awal Rp148 miliar, DPPW Papua Barat tidak bisa mengeluarkan sertifikat layak fungsi untuk pasar tersebut," ujarnya. Sebagaimana diketahui, Pasar Sanggeng akan dibangun dengan tiga lantai, yang memiliki total luas bangunan mencapai 21.519 meter persegi di atas lahan seluas 27.809 meter persegi. Pasar modern ini dirancang untuk dapat menampung sekitar 1.016 unit los pedagang dan 394 unit kios pedagang. ANTARA