**Borneonews - Indramayu**, Pemerintah Kabupaten Indramayu yang terletak di Jawa Barat, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, melanjutkan proyek pembangunan *breakwater* atau pemecah gelombang di Kecamatan Kandanghaur. Proyek ini ditujukan untuk melindungi lahan pertanian dari risiko banjir rob serta intrusi air laut.
Bupati Indramayu, Nina Agustina, menjelaskan bahwa fenomena banjir rob dan abrasi pantai telah menjadi masalah yang serius bagi wilayah pesisir, termasuk Kabupaten Indramayu. Menurutnya, banjir rob tidak hanya merusak tempat tinggal masyarakat, tetapi juga berdampak negatif pada lahan pertanian, infrastruktur, serta fasilitas umum di daerah tersebut.
Di Kecamatan Kandanghaur, tercatat sekitar 382 hektare lahan sawah yang telah terpengaruh oleh banjir rob, menyebabkan lahan tersebut tidak dapat ditanami padi akibat kontaminasi air asin. "Pembangunan *breakwater* ini sangat krusial, mengingat dampak dari banjir rob terhadap lahan sawah ini berpengaruh besar pada produktivitas padi yang ada di Kabupaten Indramayu," ungkapnya.
Lebih lanjut, Nina menyoroti bahwa banjir rob tidak hanya mengganggu lahan pertanian, tetapi juga sering merendam sekolah-sekolah dan permukiman warga di kawasan tersebut. Dengan keberadaan *breakwater* ini, diharapkan produktivitas pertanian dapat pulih, sehingga masyarakat bisa hidup tanpa khawatir akan ancaman banjir rob.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan *breakwater* ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Usulan pembangunan tersebut disampaikan oleh pemerintah daerah dan telah direalisasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui dukungan dari DPR RI.
Nina menjelaskan bahwa pembangunan *breakwater* di Kecamatan Kandanghaur telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2019. Proses ini dimulai dengan pembangunan di Pantai Desa Ujunggebang sepanjang 150 meter, yang kemudian dilanjutkan di Desa Eretan Kulon sepanjang 1.280 meter pada tahun 2021. "Pada tahun 2023, pembangunan *breakwater* kembali dilaksanakan sepanjang 1.400 meter di Desa Eretan Kulon dan Eretan Wetan, dan tahun ini akan diteruskan sepanjang 380 meter," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Muhamad Dian Alma'ruf, mengungkapkan harapannya agar pembangunan *breakwater* pada tahun 2024 dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala. Pihaknya berkomitmen untuk terus berkoordinasi demi menyelesaikan fasilitas ini dalam waktu dekat. "Dengan adanya *breakwater* ini, diharapkan dapat mengembalikan produktivitas pertanian di Kecamatan Kandanghaur serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat," pungkas Dian.
ANTARA
Pembangunan Breakwater di Indramayu Lindungi Pertanian dari Banjir
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Komentar (0)
Memuat komentar…







