**Borneonews - Jakarta**, Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan dukungan terhadap Deklarasi Belém (*Belém Declaration*). Deklarasi ini merupakan hasil kesepakatan yang dicapai oleh para Menteri dan Perwakilan Menteri Pariwisata G20 dalam acara "G20 Tourism Ministerial Meeting" yang berlangsung di Brasil.
Dukungan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memajukan industri pariwisata global dan juga berkontribusi dalam mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (*Sustainable Development Goals* - SDGs). Tema utama dari pertemuan para Menteri Pariwisata G20 tersebut serta fokus dalam Belém Declaration adalah mengenai pentingnya keberlanjutan dalam sektor pariwisata.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Martini M Paham, menjelaskan bahwa guna mempercepat pencapaian SDGs, sangat penting untuk melibatkan sektor lain, seperti budaya dan ekonomi. Hal ini dikarenakan SDGs tidak hanya memperhatikan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup dimensi ekonomi dan sosial.
Martini menekankan, "Dukungan terhadap Belém Declaration sangat penting bagi negara-negara G20 dan masyarakat internasional, sebagai wujud komitmen para pemimpin dunia dalam mendorong sektor pariwisata secara berkelanjutan dan seimbang."
Belém Declaration merupakan dokumen utama yang dihasilkan melalui serangkaian pertemuan "G20 Tourism Working Group" yang diadakan di beberapa kota di Brasil sepanjang tahun 2024. Pertemuan ini diawali dengan sesi daring dan juga pertemuan langsung di Brasília dan Rio de Janeiro, serta diakhiri di Belém, Brasil.
Dalam deklarasi tersebut, terdapat enam poin utama yang dibahas, yakni mengenai pariwisata dan keberlanjutan, pengembangan *G20 Tourism Dashboard*, pengembangan sumber daya manusia, dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor pariwisata, investasi pariwisata berkelanjutan, serta kerjasama dan aksi nyata untuk masa depan.
Poin-poin yang dibahas dalam Belém Declaration senada dengan lima pilar yang terdapat dalam dokumen Presidensi Indonesia Tahun 2022, yaitu G20 Bali Guidelines. Martini juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beberapa program unggulan yang telah disampaikan kepada Presidensi Brasil dan UN Tourism, salah satunya adalah *G20 Tourism Dashboard* yang mengakses enam program inovatif, seperti panduan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan sertifikasi desa wisata berkelanjutan.
Selanjutnya, Martini juga menekankan pentingnya pembahasan yang lebih komprehensif terkait peran budaya dan ekonomi kreatif dalam sektor pariwisata pada Presidensi G20 di Afrika Selatan tahun depan. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno pun menghargai komitmen serta kesepakatan yang dibentuk oleh para Menteri dan Perwakilan Menteri Pariwisata G20 dalam deklarasi Belém, yang sejalan dengan semangat inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang selama ini diusung oleh Kemenparekraf.
ANTARA
Indonesia Dukung Deklarasi Belém untuk Pariwisata Berkelanjutan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







