BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Lampung Selatan**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan telah melaksanakan proses pengundian dan penetapan nomor urut bagi pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 pada hari Senin yang lalu. Rapat pleno terbuka yang menjadi momen penting tersebut dipimpin oleh Ketua KPU setempat, Ansurasta Razak, dan diadakan di halaman kantor KPU. Dalam kesempatan tersebut, Ansurasta Razak mengungkapkan rasa syukur karena proses pengundian berlangsung lancar tanpa ada hambatan berarti. "Alhamdulillah, proses pengundian nomor urut pasangan calon kepala daerah tadi berjalan tidak ada halangan yang berarti," ujarnya saat memberikan keterangan kepada media di Kalianda. Pada pengundian nomor urut tersebut, pasangan calon Nanang Ermanto bersama Antoni Imam memperoleh nomor urut 01, sementara pasangan calon Radityo Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar mendapatkan nomor urut 02. Ansurasta menyampaikan bahwa pada hari sebelumnya, yakni Minggu, tanggal 22 September 2024, KPU Lampung Selatan telah resmi menetapkan pasangan calon kepala daerah tersebut sebagai calon bupati dan wakil bupati untuk daerah Lampung Selatan. Ansurasta juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama partai pengusung dan pendukung pasangan calon, untuk bekerja sama dengan KPU dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan ketertiban selama berlangsungnya pesta demokrasi ini. "Saya berharap semua tahapan Pilkada 2024 berjalan dengan lancar, aman dan damai. Mari kita bersama-sama mewujudkan pilkada yang jujur dan adil," ungkapnya. Sebagai langkah antisipasi, pihak KPU membatasi jumlah pendukung yang dapat memasuki ruangan acara pengundian nomor urut, mengingat kapasitas ruangan yang terbatas. "Kita batasi 30 orang yang bisa masuk dalam ruangan. Sementara itu, para simpatisan pendukung pasangan calon lainnya diminta untuk menunggu di luar area KPU," tambahnya. Untuk memastikan semua tahapan pengundian nomor urut berlangsung sukses, KPU bekerja sama dengan jajaran Polri, TNI, serta pemangku kepentingan lainnya, guna menciptakan suasana yang aman dan terkendali selama kegiatan tersebut. ANTARA