JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, menyatakan bahwa peran Duta Generasi Berencana (Genre) sangat penting dalam menjaga kesehatan mental di kalangan remaja. Pernyataan ini dikemukakan Bintang saat memberikan sambutannya secara daring dalam acara Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Adujak Genre) 2024, yang berlangsung di Kabupaten Badung, Bali, dengan tema "Jiwa Membara, Raga Terjaga, Menyala Genre Indonesia". Tema yang diangkat pada tahun ini mengingatkan seluruh pihak mengenai urgensi pemeliharaan kesehatan jiwa dan fisik, terutama bagi remaja. Bintang menekankan bahwa melalui tema ini, diharapkan remaja dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa sekaligus menjaga keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik. Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, ia mengungkapkan rasa syukur dan semangat atas acara ini. Bintang juga memberikan pujian khusus kepada kegiatan Adujaknas 2024, karena untuk pertama kalinya acara tersebut melibatkan remaja dengan disabilitas melalui Duta Genre inklusi. Ini merupakan langkah signifikan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau *Sustainable Development Goals* (SDGs), khususnya prinsip bahwa tidak seorang pun boleh tertinggal. Dalam pandangannya, Adujaknas 2024 seharusnya tidak hanya dimaknai sebatas perayaan. Acara ini merupakan momen penting bagi remaja untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan saling belajar dengan satu sama lain. Duta Genre diharapkan bisa berfungsi sebagai wadah bagi remaja untuk berbicara tentang hak-hak mereka serta mendapatkan inspirasi dari juara yang terpilih. Sebagai tambahan informasi, Muhammad Zaky Raihan dari Provinsi Aceh dan Tessa Lonika Kusuma Wardani Lengkong dari Provinsi Sulawesi Tengah berhasil meraih juara pertama sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) tahun 2024. Keduanya diharapkan menjadi sosok teladan dalam edukasi remaja mengenai pembangunan dan ketahanan keluarga. Duta Genre merupakan representasi dari remaja yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku baik, yang menjadikannya sebagai panutan dalam merencanakan kehidupan keluarga yang sehat dan bahagia. Melalui edukasi, mereka berupaya mendorong perilaku sehat serta menghindari risiko dari Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), termasuk penghindaran pernikahan dini, penggunaan narkoba, dan perilaku seksual bebas. Selain itu, Duta Genre juga diharapkan berfungsi sebagai sumber informasi bagi teman sebaya mereka tentang perencanaan kehidupan berkeluarga. Hal ini akan membantu mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Mereka juga diharapkan mampu memperkuat komunikasi serta interaksi antara generasi muda dengan pemerintah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya. Tugas dari Duta Genre melibatkan peran sebagai teladan dan motivator di kalangan remaja, meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi, memberikan inspirasi, serta mendukung pendidikan dan promosi kesehatan mental. Proses pemilihan Duta Genre melibatkan penjurian yang ketat, di mana terpilih 14 besar pasangan Duta Genre yang kemudian diujikan dengan berbagai pertanyaan sebelum akhirnya memilih dua pasang Duta Genre untuk tahun 2024. ANTARA