JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Lebih dari 25.000 migran yang tidak memiliki dokumen resmi telah memasuki Inggris melalui Selat Inggris sejak awal tahun 2024. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris dalam sebuah laporan terbaru. Data resmi dari kementerian menunjukkan bahwa sebanyak 1.519 migran melakukan penyeberangan Selat Inggris pada periode 16 hingga 22 September 2024. Dengan demikian, total angka migran yang telah melintasi perbatasan tersebut sejak Januari 2024 mencapai 23.533 orang. Secara keseluruhan, dari bulan Januari hingga September 2024, tercatat ada 25.052 migran tanpa dokumen yang tiba di Inggris. Rekor kedatangan harian dipecahkan awal bulan ini, ketika lebih dari 800 migran tiba dalam satu hari, menandai pencapaian tertinggi sejak Partai Buruh mengambil alih pemerintahan pada bulan Juli. Puncak penyeberangan harian tercatat pada tanggal 18 Juni, ketika sebanyak 900 migran berhasil masuk ke Inggris. Kehadiran mereka umumnya bertujuan untuk mengajukan permohonan status sebagai pengungsi. Dengan memperoleh status tersebut, mereka berhak mendapatkan akses terhadap berbagai bentuk bantuan keuangan serta program sosial yang disediakan oleh pemerintah. Pemerintah Inggris diketahui mengeluarkan sejumlah besar dana, mencapai beberapa juta pounds setiap harinya, untuk menyiapkan akomodasi bagi para pengungsi. Hotel dan lokasi penginapan setempat menjadi tempat tinggal sementara bagi mereka yang sedang menunggu proses permohonan status pengungsi. Sumber informasi ini diperoleh dari laporan yang dipublikasikan oleh Sputnik. ANTARA