PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Kotawaringin Barat, tengah menyusun Rencana Induk Pembangunan Transportasi Umum yang mencakup wilayah antar kota, provinsi, hingga menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dan internasional.

Penyusunan rencana ini bertujuan untuk menciptakan konektivitas transportasi yang lebih baik di Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya, termasuk hubungan internasional dengan Brunei Darussalam dan Malaysia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan Kobar, Juni Gultom, menjelaskan bahwa pengembangan ini tidak hanya mencakup transportasi darat, tetapi juga udara dan laut.

“Kami tengah mengusulkan pengembangan transportasi umum yang mencakup jalur darat, udara, dan laut, dengan tujuan utama menghubungkan wilayah Kotawaringin Barat dengan IKN, Brunei Darussalam, dan Malaysia, khususnya Kota Kuching,” kata Juni Gultom pada Senin, 23 September 2024.

Rencana induk transportasi ini hadir seiring dengan penetapan IKN di Kalimantan Timur, yang menuntut peningkatan konektivitas dari berbagai wilayah, termasuk Kotawaringin Barat. Pihak BPPD menekankan pentingnya keterhubungan antar wilayah yang memudahkan aksesibilitas warga.

--page

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan transportasi ini bisa menjembatani kesenjangan antar wilayah dan membuka keterisoliran daerah-daerah yang sebelumnya sulit diakses,” tambahnya.

Pengembangan transportasi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Barat, seiring dengan meningkatnya populasi dan perubahan tata guna lahan di wilayah tersebut. Juni Gultom menegaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi adalah memenuhi kebutuhan infrastruktur transportasi yang nyaman dan efisien bagi masyarakat.

“Perkembangan ini juga akan mendukung sektor pariwisata dan mempercepat pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Kotawaringin Barat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Juni Gultom menyampaikan bahwa konsep dasar dari Rencana Induk Pembangunan Transportasi Umum ini adalah untuk mewujudkan integrasi intermoda, sehingga transportasi antar moda bisa terhubung secara efektif dan efisien.

“Keterpaduan ini penting untuk memastikan adanya pelayanan transportasi yang berkelanjutan dan nyaman bagi para penumpang dari satu simpul ke simpul lainnya,” ujarnya.

Pemkab Kobar juga menekankan pentingnya peningkatan aksesibilitas transportasi umum ini sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan dan kota kecil yang selama ini kurang terjangkau.

Dengan demikian, Pemkab Kobar berharap rencana ini dapat segera diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan pengembangan IKN dan konektivitas internasional di Kalimantan.

--page

"Kami sangat berharap transportasi umum yang lebih baik ini bisa membuka peluang-peluang baru bagi masyarakat Kotawaringin Barat," pungkasnya. (DANANG/J)