**Borneonews - Jakarta,** Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Pahala Mansury, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di tengah pesatnya kemajuan teknologi yang didorong oleh negara-negara maju saat ini. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi daring yang digelar oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), yang membahas mengenai satu dekade diplomasi Indonesia.
Pahala menyatakan bahwa perkembangan teknologi yang terjadi saat ini mengandung potensi untuk menimbulkan fenomena *digital divide*, yang merujuk pada kesenjangan antara negara-negara pemilik teknologi dan negara-negara lainnya. Ia mengatakan, "Indonesia terus berupaya menjembatani, agar jangan sampai kesenjangan ini semakin besar ke depannya, serta memastikan agar negara-negara berkembang dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan serta transfer teknologi."
Selain itu, Pahala menyoroti bahwa rivalitas di antara kekuatan besar dunia berpengaruh terhadap pengembangan teknologi. Dia menambahkan bahwa persaingan ini sering kali mengakibatkan sejumlah negara membatasi akses teknologi mereka, sehingga tidak dapat digunakan oleh negara lain. Oleh karena itu, Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya perlu memastikan bahwa kepentingan mereka dalam pembangunan teknologi diakui secara global.
Wakil Menteri menekankan pentingnya penetapan standar pelindungan pengguna dan privasi data. Elemen ini sangat krusial untuk menjamin keamanan masyarakat di seluruh dunia. Ia juga menyampaikan bahwa negara-negara berkembang harus memastikan agar negara-negara berteknologi maju tidak mengontrol data pengguna dan sembarangan mengatur standar teknologi.
Pahala mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara yang menganut prinsip bebas dan aktif, harus menghindari diri dari menjadi proksi bagi kekuatan besar yang saling berkompetisi dan mengalami fragmentasi, terutama dalam hal norma serta kepemilikan teknologi.
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan selalu berupaya agar pengembangan dan pemanfaatan teknologi di tingkat global ditujukan untuk mendukung perdamaian dan kesejahteraan bersama. Lebih lanjut, Pahala juga menekankan pentingnya kolaborasi data antara negara-negara pemilik teknologi dan negara-negara pengguna agar bisa menciptakan manfaat yang seimbang untuk semua pihak.
"Diperlukan keberpihakan bagi negara-negara yang selama ini bukan lokasi bagi perusahaan teknologi besar agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama," tutupnya.
ANTARA
Indonesia Perjuangkan Hak Negara Berkembang dalam Era Teknologi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







