PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan terkait Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai atau DAS Percut dan DAS Babalan, telah diadakan pembahasan hasil monitoring dan evaluasi tersebut pada Senin, 23 September 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait untuk memastikan pengelolaan DAS yang lebih baik di masa mendatang.

Kepala Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara sekaligus Kepala Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara, Alfi Syahriza, diwakili oleh Kepala Bidang, Ihsan Arhan, membuka acara ini. Dalam sambutannya, Ihsan Arhan menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk menjaga kelestarian DAS.

"Hasil dari monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelolaan DAS yang lebih efektif dan berkelanjutan. Semua pihak yang terlibat berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas pengelolaan DAS di Provinsi Sumatera Utara," kata Ihsan.

Acara ini kemudian ditutup oleh Kepala BPDAS Wampu Sei Ular, Sigit Budi Nugroho, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif semua pihak.

--page

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan DAS Percut dan DAS Babalan dapat semakin baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Semua pihak diharapkan dapat terus berkontribusi dalam upaya pelestarian DAS ini," kata Sigit.

Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Prof Abdul Rauf yang memaparkan hasil monitoring dan evaluasi pengelolaan DAS Percut. Dalam paparannya, Prof Abdul Rauf menyoroti beberapa temuan penting terkait kondisi DAS Percut dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan pengelolaan di masa depan.

Prof Rahmawaty juga turut serta dalam memaparkan hasil monitoring dan evaluasi pengelolaan DAS Babalan, yang menunjukkan beberapa tantangan dan peluang dalam pengelolaan DAS tersebut.

Moderator acara, Binti Ma’niyah, memandu diskusi dengan baik, memastikan setiap narasumber dapat menyampaikan pandangannya secara komprehensif. Diskusi yang berlangsung interaktif ini menghasilkan berbagai masukan berharga dari peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat setempat. (TESTI PRISCILLA/j)