SURABAYA –
**Borneonews - Sidoarjo**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan terkait asesmen gedung sebagai langkah antisipasi terhadap bencana, khususnya bencana gempa bumi dan kebakaran. Acara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta kapasitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan pegawai BPBD dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang mungkin terjadi. Setiabudi Anurcahya, seorang Tenaga Ahli Senior *Fire Protection Engineer* yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesian Fire Safety Manager's Association (IFSMA) Jawa Timur, menyampaikan bahwa acara ini sangat penting. Menurutnya, BPBD memiliki kemampuan dan peran yang krusial dalam penanganan bencana, baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang asesmen gedung harus dimiliki oleh staf BPBD. Pelatihan ini mencakup beragam materi penting yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai sarana evakuasi, berbagai variabel yang perlu diperhatikan saat melakukan evakuasi, serta kelayakan konstruksi bangunan dalam konteks ancaman bencana kebakaran dan bencana lainnya. Hal ini bertujuan agar BPBD dapat lebih siap dan responsif dalam menjalankan tugasnya. Dadang Iqwandy, sebagai Plt Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim yang mewakili Kalaksa BPBD, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan kompetensi pegawai merupakan sebuah kebutuhan yang sudah tidak bisa diabaikan lagi. Ia menggarisbawahi bahwa dengan semakin bertambahnya tugas dan fungsi yang harus dijalankan oleh Tim BPBD Jatim, peningkatan kemampuan dalam melakukan asesmen terhadap gedung-gedung dan kantor menjadi sangat penting. Keberhasilan dalam upaya penanggulangan bencana, termasuk kemampuan untuk melakukan *assessment* ini, diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan memberikan efek positif dalam meningkatkan kapasitas kebencanaan serta mengurangi risiko bencana yang dihadapi. ANTARA